Kisah Heroik Awak Kapal Motor Sumber Sukses: Terombang-ambing di Selat Bali dan Selamat Berkat Doa

Perjuangan Empat Pelaut Bertahan Hidup di Tengah Lautan

Kisah dramatis dialami oleh Abdurrahman (60), nakhoda kapal motor Sumber Sukses, bersama tiga anak buah kapalnya. Mereka selamat setelah kapal fiber bermesin tunggal yang mereka tumpangi dihantam ombak besar dan terbalik di Selat Bali pada Sabtu, 17 Mei 2025. Setelah beberapa hari terombang-ambing di lautan, mereka akhirnya ditemukan selamat di pesisir Pantai Plengkung, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, pada Kamis, 22 Mei 2025.

Abdurrahman, warga Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, menceritakan pengalaman mengerikan itu dengan rasa syukur yang mendalam. Menurutnya, ombak besar datang secara tiba-tiba dari arah belakang dan langsung menghantam kapal mereka, menyebabkan kapal tersebut terbalik seketika. Setelah kapal terbalik, mereka berjuang sekuat tenaga untuk mencari pegangan, berupaya meraih sisa-sisa kayu kapal yang mengapung di sekitar mereka. Namun, gelombang yang lebih besar kembali menerjang, memisahkan mereka satu sama lain. Beruntung, mereka semua pandai berenang sehingga tidak terpisah terlalu lama dan berhasil kembali berpegangan pada lambung kapal yang terbalik.

Cadik, atau alat penyeimbang kapal, telah patah dan hanyut terbawa arus, menghilangkan harapan mereka untuk membalikkan kapal. Selama empat hari yang menegangkan, mereka terombang-ambing di lautan, harus bertahan di bawah terik matahari yang menyengat di siang hari dan dinginnya malam yang menusuk tulang. Kondisi mereka semakin memburuk dari hari ke hari. Tubuh mereka semakin lemah, mengalami dehidrasi parah, dan kelaparan.

Strategi Bertahan Hidup di Lautan

Abdurrahman mengungkapkan bagaimana mereka dapat bertahan hidup di tengah kondisi yang ekstrem. Untuk mengisi perut yang keroncongan, mereka memakan ikan mentah dan tumbuhan laut yang berhasil mereka temukan mengapung di sekitar mereka. Keberuntungan berpihak pada mereka ketika mereka menemukan sebotol air mineral yang terapung di tengah laut. Air tersebut mereka minum bergantian untuk mengatasi dehidrasi.

Di tengah keputusasaan yang mendalam, mereka terus berdoa kepada Allah SWT, memohon pertolongan dan keselamatan. Pada suatu malam yang gelap gulita di lautan, mereka dikejutkan oleh suara aneh yang terdengar seperti lantunan ayat suci Al-Quran yang menggema. Suara itu terdengar sangat jelas dan keras, seolah-olah berasal dari suatu tempat yang dekat. Abdurrahman dan awak kapalnya meyakini bahwa suara itu adalah pertanda baik dan memberikan mereka kekuatan untuk terus berdzikir dan memohon keselamatan.

Tanpa sepengetahuan mereka, di kampung halaman, istri Abdurrahman, Sumini, sedang menggelar pengajian selama tiga hari berturut-turut. Ia tak henti-hentinya memohon doa keselamatan bagi suami dan awak kapalnya yang hilang kontak. Sumini meminta bantuan doa dari para kiai, tokoh adat, hingga ulama dari Madura, kampung halaman mereka. Abdurrahman percaya bahwa suara lantunan ayat suci yang mereka dengar di tengah laut adalah doa yang dikirimkan kepada mereka. Ia sangat bersyukur kepada Allah SWT atas pertolongan yang diberikan sehingga mereka semua dapat diselamatkan.

Pada Kamis, 22 Mei 2025, petugas dari Pos TNI AL Muncar, yang menerima laporan dari keluarga tentang kehilangan kontak kapal, akhirnya berhasil menemukan Abdurrahman dan awak kapalnya dalam keadaan selamat. Penemuan ini menjadi kelegaan bagi keluarga dan kerabat yang telah menunggu dengan cemas selama beberapa hari.