Prabowo Subianto Apresiasi Dukungan China untuk Palestina dan Ajak Tingkatkan Investasi di Indonesia

Presiden terpilih Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyambut kedatangan Perdana Menteri China, Li Qiang, dengan serangkaian agenda penting yang mencakup apresiasi terhadap dukungan China terhadap Palestina serta ajakan untuk meningkatkan investasi di berbagai sektor di Indonesia.

Kedatangan PM Li Qiang di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma disambut dengan upacara kehormatan militer, menandai eratnya hubungan bilateral antara kedua negara. Pada malam harinya, Prabowo menyampaikan pidato sambutan dalam acara Indonesia-China Business Reception 2025, di mana ia menyoroti beberapa poin krusial terkait hubungan kedua negara dan isu-isu global.

Salah satu poin utama yang ditekankan Prabowo adalah apresiasinya terhadap sikap China dalam membela Palestina. Ia menyatakan bahwa kepemimpinan China dalam isu ini patut dibanggakan dan menyampaikan rasa hormat atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia kepada Republik Rakyat Tiongkok karena telah membela rakyat tertindas di seluruh dunia. Prabowo juga memandang China sebagai negara yang selalu mendukung perdamaian dunia, bahkan sejak sebelum menjadi kekuatan ekonomi global. Ia menekankan bahwa China selalu mengutamakan kebaikan bersama, keuntungan bersama, serta menciptakan perdamaian dan harmoni.

Selain itu, Prabowo menyinggung sejarah panjang hubungan baik antara Indonesia dan China, yang menurutnya telah terjalin sejak era Cheng Ho pada abad ke-15. Ia menegaskan bahwa hubungan ini tidak hanya dimulai saat pembukaan hubungan diplomatik, tetapi telah berakar kuat dalam sejarah dan bahkan terukir dalam DNA bangsa Indonesia. Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap keberhasilan proyek-proyek perusahaan China di Indonesia, seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung, kawasan industri, dan hilirisasi nikel. Ia menyebut China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan lebih dari 130 miliar Dolar Amerika Serikat per tahun.

Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan China yang telah berpartisipasi dalam perekonomian Indonesia, menciptakan lapangan kerja, melakukan transfer teknologi, dan membangun kepercayaan di antara dunia usaha. Ia secara khusus mengundang para pengusaha China untuk terus berinvestasi di Indonesia, tidak hanya di sektor hilirisasi sumber daya alam, tetapi juga di bidang pendidikan, kesehatan, pariwisata, serta sains dan teknologi.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, juga telah menyambut PM Li Qiang dan menyatakan bahwa investasi senilai 10 miliar Dolar Amerika Serikat yang telah disepakati kedua negara sedang dalam tahap implementasi. Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, termasuk transportasi, pengembangan klaster industri, hilirisasi mineral, dan kimia, seperti proyek gerbong kereta api dan investasi terkait baterai kendaraan listrik. Dengan ajakan investasi ini, Indonesia berharap dapat terus mempererat hubungan ekonomi dengan China dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.