Capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia Tertinggal dari Rata-Rata Asia
Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengungkapkan bahwa skor indeks SDGs Indonesia masih di bawah rata-rata kawasan Asia Timur dan Selatan. Hal ini disampaikan dalam forum Global Business Summit yang diadakan di Jakarta.
Menurut data yang dipaparkan, Indonesia menempati peringkat ke-78 dari 167 negara dalam hal pencapaian SDGs, dengan skor indeks keseluruhan sebesar 69,4 poin. Angka ini masih di bawah rata-rata kawasan Asia Timur dan Selatan, yang mencapai 70,9 poin. Perbedaan ini mengindikasikan perlunya upaya lebih keras untuk mempercepat kemajuan di berbagai bidang pembangunan berkelanjutan.
Wamen Investasi menyoroti bahwa dari 17 indikator SDGs yang ada, Indonesia baru mencatatkan kemajuan signifikan pada dua indikator, yaitu pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan. Kemajuan ini didorong oleh pemanfaatan teknologi yang semakin meluas di kedua sektor tersebut. Sementara itu, tujuh indikator lainnya menunjukkan peningkatan yang cukup baik, termasuk di antaranya adalah:
- Energi terjangkau dan bersih
- Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi
- Sektor industri, inovasi, dan infrastruktur.
Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam lima tahun mendatang, hingga mencapai 8 persen. Target ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dan memperkuat pencapaian SDGs secara keseluruhan. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah berupaya mendorong peningkatan investasi berkelanjutan guna memacu produktivitas ekonomi nasional.
Investasi dipandang sebagai kunci utama untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah menargetkan investasi langsung sebesar 815 miliar dollar AS selama periode 2025 hingga 2029. Investasi ini diharapkan memberikan kontribusi sebesar 15,7 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan investasi langsung akan difokuskan pada sektor-sektor strategis yang mendukung pencapaian SDGs. Sektor-sektor prioritas tersebut meliputi:
- Hilirisasi sumber daya alam berkelanjutan
- Energi baru dan terbarukan
- Pertanian dan industri pangan
- Farmasi dan alat kesehatan
- Industri kesehatan
- Pendidikan tinggi dan vokasi
Selain mendorong investasi, pemerintah juga berupaya memperkuat stabilitas iklim investasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Salah satu langkah yang diambil adalah meningkatkan kepastian hukum dalam prosedur investasi melalui penerapan prinsip pelayanan yang positif dan efektif berdasarkan kesepakatan standar layanan antar kementerian. Upaya ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor dan mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan Indonesia.