Uni Eropa Kucurkan Dana Raksasa untuk Dorong Produksi Hidrogen Hijau
Komisi Eropa mengumumkan alokasi dana sebesar 992 juta euro (setara dengan 1,1 miliar dolar AS) untuk mendanai 15 proyek produksi hidrogen terbarukan di wilayah Area Ekonomi Eropa (EEA). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya ambisius Uni Eropa untuk mempercepat transisi menuju energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Proyek-proyek yang terpilih berlokasi di beberapa negara anggota EEA, termasuk Jerman, Spanyol, Finlandia, Norwegia, dan Belanda. Diharapkan, dalam satu dekade mendatang, proyek-proyek ini akan mampu menghasilkan sekitar 2,2 juta ton hidrogen terbarukan per tahun. Selain itu, penggunaan hidrogen hijau ini diproyeksikan dapat menghindari emisi karbon dioksida (CO2) hingga lebih dari 15 juta ton.
Komisi Eropa memandang hidrogen sebagai elemen kunci dalam lanskap energi masa depan, terutama untuk sektor-sektor yang sulit untuk didikarbonisasi, seperti industri berat dan transportasi berat. Dalam sektor-sektor ini, sumber energi terbarukan seperti angin dan matahari seringkali tidak memberikan solusi yang praktis dan efisien.
Saat ini, produksi hidrogen global mencapai sekitar 90 juta ton per tahun. Namun, sebagian besar produksi masih mengandalkan bahan bakar fosil, yang berkontribusi pada polusi dan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, pengembangan hidrogen hijau, yang diproduksi melalui proses elektrolisis menggunakan energi terbarukan, membutuhkan investasi signifikan dalam infrastruktur, sistem elektrolisis, dan jaringan distribusi.
Pendanaan ini disalurkan melalui lelang kedua dari program Bank Hidrogen Eropa (European Hydrogen Bank/EHB), sebuah inisiatif yang diluncurkan untuk mendorong investasi dalam produksi hidrogen terbarukan. Sejak tahun 2022, Uni Eropa telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan produksi hidrogen terbarukan di Eropa hingga 10 juta ton per tahun.
Lelang pertama EHB diadakan pada tahun 2023 dengan tujuan untuk merangsang investasi dan mengurangi kesenjangan harga antara hidrogen terbarukan dan hidrogen konvensional yang saat ini masih lebih ekonomis. Komisi Eropa berencana untuk menggelar lelang ketiga Bank Hidrogen Eropa pada akhir tahun 2025 dengan anggaran hingga 1 miliar euro. Selain itu, mereka akan meluncurkan "Hydrogen Mechanism", sebuah platform online yang akan mempertemukan pembeli dan penjual hidrogen serta memfasilitasi kolaborasi antar pelaku pasar.
Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Transisi yang Bersih, Adil, dan Kompetitif, Teresa Ribera, menekankan bahwa lelang kedua ini menegaskan komitmen Uni Eropa untuk membangun pasar hidrogen terbarukan yang kuat di Eropa. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk mencapai netralitas iklim secara efisien dan kompetitif. Ribera juga menambahkan bahwa inisiatif ini akan memperkuat kemandirian energi Uni Eropa serta memberikan dampak positif pada keamanan energi dan penciptaan lapangan kerja.
Berikut adalah daftar proyek yang akan didanai:
- Jerman: Pembangunan fasilitas elektrolisis berkapasitas besar untuk memasok hidrogen hijau ke industri baja dan kimia.
- Spanyol: Pengembangan pabrik hidrogen terbarukan yang terintegrasi dengan pembangkit listrik tenaga surya.
- Finlandia: Pemanfaatan hidrogen hijau untuk proses industri di sektor kehutanan dan pulp.
- Norwegia: Produksi hidrogen terbarukan menggunakan tenaga hidroelektrik untuk memasok kebutuhan industri maritim.
- Belanda: Pengembangan infrastruktur hidrogen untuk mendukung penggunaan hidrogen dalam transportasi dan industri.
Inisiatif ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya Uni Eropa untuk mencapai target iklimnya dan membangun ekonomi yang berkelanjutan dan kompetitif.