Tembok Pembatas SMA di Jakarta Utara Ambruk, Akses Jalan Warga Terhambat
Insiden robohnya tembok pembatas setinggi tiga meter milik Sekolah Menengah Atas (SMA) 103 Jakarta, di kawasan Jakarta Utara, mengakibatkan terganggunya akses jalan warga sekitar. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu sore dan langsung direspon oleh pihak sekolah dengan memulai perbaikan.
Menurut keterangan petugas keamanan SMA 103, Rizqi, lokasi tembok yang roboh berjarak cukup jauh dari permukiman warga, sekitar 50 meter. Ia juga memastikan bahwa aktivitas belajar mengajar di sekolah tidak terpengaruh oleh kejadian ini. Tembok tersebut berfungsi sebagai pembatas antara area sekolah dengan lingkungan warga, dan lokasinya berdekatan dengan taman sekolah, bukan ruang kelas.
Kejadian robohnya tembok terjadi setelah kegiatan belajar mengajar usai. Pada hari Sabtu, kegiatan di sekolah hanya berlangsung hingga pukul 14.00 WIB untuk kegiatan ekstrakurikuler. Setelah jam tersebut, seluruh siswa sudah meninggalkan sekolah.
Sementara itu, Ketua RT 013/04, Cakra, menduga bahwa penyebab robohnya tembok adalah karena kondisinya yang sudah lapuk. Tembok tersebut roboh dan menutup Jalan Nusa Indah VI, yang terletak persis di belakang SMA 103 Jakarta. Cakra juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melaporkan kondisi tembok tersebut kepada pihak sekolah sebelumnya, dan pihak sekolah memang berencana untuk melakukan perbaikan. Namun, sebelum perbaikan sempat dilakukan, tembok tersebut keburu roboh.
Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Saat ini, upaya perbaikan dan pembersihan puing-puing reruntuhan tembok sedang dilakukan dengan menggunakan alat berat. Selama proses perbaikan, jalan di sekitar lokasi kejadian ditutup sementara oleh petugas proyek saluran air, demi keselamatan warga yang melintas. Warga juga diimbau untuk tidak melewati area tersebut karena adanya puing-puing reruntuhan.