Polda Metro Jaya Amankan Ribuan Terduga Pelaku Premanisme dalam Operasi Skala Besar
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) baru saja merampungkan Operasi Berantas Jaya, sebuah operasi besar yang bertujuan untuk menekan angka kriminalitas jalanan dan premanisme di wilayah hukumnya. Operasi yang berlangsung selama dua pekan ini berhasil menjaring ribuan orang yang diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana.
Dalam keterangan pers yang disampaikan, Karoops Polda Metro Jaya, Kombes I Ketut Gede Wijatmika, mengungkapkan bahwa operasi ini berhasil mengamankan sebanyak 3.559 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 348 orang ditetapkan sebagai tersangka atas berbagai kasus premanisme. Sisanya, sebanyak 3.251 orang, diberikan pembinaan oleh pihak kepolisian. Pembinaan ini dilakukan baik oleh Polda Metro Jaya secara langsung (59 orang) maupun oleh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya (3.192 orang).
Operasi yang digelar sejak tanggal 9 hingga 23 Mei ini menyasar berbagai bentuk premanisme yang meresahkan masyarakat. Dari 348 tersangka, 83 orang ditangani langsung oleh Polda Metro Jaya, sementara 265 orang lainnya diproses oleh jajaran Polres. Operasi ini merupakan respons terhadap keluhan masyarakat terkait maraknya aksi premanisme yang mengganggu ketertiban umum dan aktivitas ekonomi.
Lebih lanjut, Kombes Wijatmika menjelaskan bahwa selama operasi, pihaknya menangani 251 kasus yang berkaitan dengan premanisme. Kasus-kasus tersebut meliputi:
- Pemerasan: 115 kasus
- Pengeroyokan: 21 kasus
- Penganiayaan: 29 kasus
- Pencurian dengan Pemberatan: 54 kasus
- Pencurian dengan Kekerasan: 8 kasus
- Penggunaan Senjata Tajam: 24 kasus
Selain menindak pelaku premanisme secara langsung, Polda Metro Jaya juga menargetkan premanisme yang berkedok organisasi masyarakat (ormas). Dalam operasi ini, polisi mengamankan 56 orang yang terlibat dalam premanisme dengan mengatasnamakan ormas. Oknum-oknum ini berasal dari berbagai ormas, antara lain:
- PP: 31 orang
- FBR: 10 orang
- Trinusa: 11 orang
- BPPKB: 1 orang
- GNBI: 1 orang
- GRIB: 1 orang
- Gibas: 1 orang
Selain penangkapan, petugas gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP juga melakukan penertiban terhadap atribut ormas yang dipasang secara ilegal di ruang publik. Total, sebanyak 1.801 atribut ormas berupa spanduk dan bendera ditertibkan. Penertiban atribut ormas terbanyak dilakukan di wilayah Jakarta Pusat, dengan 477 penindakan atribut dan 130 posko ormas ilegal.
Dari operasi ini, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya:
- 93 bilah senjata tajam
- 89 kendaraan roda dua
- 4 kendaraan roda empat
- 137 unit handphone
- 1 laptop
- 2 karcis pungutan liar
- 20 kartu tanda anggota ormas
- 6 jaket ormas
- 9 sertifikat kaderisasi ormas
- 1 rekening bank
- Uang tunai sebesar Rp 85.247.500
Operasi Berantas Jaya ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku premanisme dan menciptakan situasi yang lebih kondusif bagi masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi dan investasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.