Kabupaten Kaur Siap Mengimplementasikan Sekolah Rakyat Berbasis Asrama Gratis untuk Siswa dari Keluarga Pra-Sejahtera

Kabupaten Kaur, Bengkulu, bersiap menjadi pelopor pendidikan inklusif dengan meluncurkan Sekolah Rakyat (SR) pada Juli 2025. Inisiatif ini, yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, menawarkan pendidikan dan akomodasi secara cuma-cuma.

Bupati Kaur, Gusril Pausi, menyampaikan bahwa proses seleksi telah rampung dan 150 siswa telah terpilih untuk mengikuti program inovatif ini. "Saat ini, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan sementara di SMA Negeri 11 Kabupaten Kaur. Kami telah menyelesaikan proses seleksi dan memilih 150 siswa yang berasal dari keluarga pra-sejahtera," ungkap Bupati saat perayaan ulang tahun ke-22 Kabupaten Kaur, Jumat (23/5/2025).

Bupati juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kaur untuk menjadi lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kaur, Jarnawi, menjelaskan lebih lanjut bahwa 150 siswa tersebut terdiri dari 75 siswa tingkat SMP dan 75 siswa tingkat SMA. Proses rekrutmen guru akan dilakukan secara terpusat oleh pemerintah pusat dengan standar kualifikasi yang tinggi.

"Proses rekrutmen guru sepenuhnya menjadi wewenang pemerintah pusat," kata Jarnawi.

Menurut Jarnawi, calon guru Sekolah Rakyat harus memenuhi persyaratan ketat, termasuk status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bersertifikasi dan kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni, dibuktikan dengan skor TOEFL yang memenuhi standar.

"Dalam waktu dekat, pemerintah pusat akan melaksanakan seleksi guru SR secara terpusat dengan syarat utama yaitu guru ASN bersertifikasi dan memiliki sertifikasi TOEFL," jelas Jarnawi.

Pemerintah pusat juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 miliar untuk pembangunan gedung dan fasilitas pendukung Sekolah Rakyat. Fasilitas tersebut meliputi ruang belajar, asrama, lapangan olahraga, dan infrastruktur lainnya yang mendukung kegiatan belajar mengajar.

Setiap siswa akan mendapatkan biaya hidup yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 48 juta per tahun. Dana ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan belajar, seragam, sepatu, dan keperluan siswa lainnya.

Dalam rangkaian perayaan HUT ke-22 Kabupaten Kaur, Bupati juga menyantuni 200 anak yatim dan menggelar berbagai perlombaan olahraga untuk memeriahkan acara.