Polri Tingkatkan Kapabilitas Command Center dengan Integrasi Kecerdasan Buatan
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berupaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengintegrasikan AI ke dalam sistem Command Center, menghubungkan langsung Mabes Polri dengan berbagai satuan kewilayahan di seluruh Indonesia.
Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) Polri menjadi garda depan dalam implementasi transformasi digital ini. Irjen Slamet Uliandi, Kadiv TIK Polri, menjelaskan bahwa integrasi AI saat ini mencakup 26 Polda dan 36 Polres. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Predictive Policing Polri.
"Integrasi data ini sangat penting untuk mendukung Predictive Policing. Dengan menganalisis data historis kejahatan, kita dapat memetakan potensi gangguan keamanan sebelum benar-benar terjadi," ujar Irjen Slamet. Selain itu, pemanfaatan AI juga akan mempercepat dan meningkatkan akurasi respons Polri terhadap laporan masyarakat.
Selain integrasi data, Polri juga memanfaatkan video analitik cerdas berbasis machine learning. Data ini diperoleh dari CCTV dan body-worn camera yang digunakan oleh personel kepolisian di lapangan. Analitik video ini mampu mendeteksi secara otomatis berbagai anomali, seperti potensi tindak pidana penipuan, kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, hingga pelanggaran lalu lintas.
Irjen Slamet menekankan bahwa transformasi teknologi yang dilakukan Polri tetap berpegang pada prinsip human-centered design. Artinya, teknologi harus melayani manusia, bukan sebaliknya. Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital bagi seluruh pihak, baik internal kepolisian maupun masyarakat umum.
"Transformasi digital ini membutuhkan literasi digital dari semua pihak, baik kepolisian maupun masyarakat sebagai subjek yang dilayani," tegasnya.
Upaya transformasi digital Polri melalui Div TIK diwujudkan melalui beberapa langkah konkret, antara lain:
- Penguatan infrastruktur digital
- Adopsi AI yang berlandaskan pada kerangka hukum yang jelas
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM)
- Kolaborasi lintas sektor
- Pengembangan inovasi yang berfokus pada kebutuhan publik
Rakernis Div TIK 2025 menjadi forum penting untuk menyelaraskan visi Polri dengan arah pembangunan nasional. Irjen Slamet juga menekankan pentingnya dukungan anggaran dan kebijakan yang proporsional untuk mendukung transformasi digital ini, dengan pengelolaan yang berhati-hati dan transparan.
Rakernis Fungsi TIK Polri merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk menyelaraskan teknis kerja di lingkungan Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran Div TIK, termasuk Karotekinfo, Karo Datin, Karotekkom, Kabag, Kadepoharkan, pengembang teknologi informasi kepolisian, serta para Kabid TIK Polda dan jajaran pelaksana teknis di wilayah.
"Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Data saat ini adalah 'minyak' baru dalam perekonomian, dan AI adalah mesin penggeraknya. Tantangannya adalah memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan inklusif, aman, dan bermanfaat bagi semua," pungkas Irjen Slamet.