Akses Konser di JIS Bakal Lebih Mudah: Jembatan Penghubung ke Ancol Segera Dibangun
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun infrastruktur baru untuk meningkatkan aksesibilitas ke Jakarta International Stadium (JIS). Sebuah jembatan sepanjang kurang lebih 300 meter akan menghubungkan langsung JIS dengan kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Inisiatif ini diharapkan dapat mengatasi masalah parkir dan kemacetan yang kerap terjadi saat konser dan acara besar di stadion tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, menekankan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota penyelenggara acara bertaraf internasional yang ramah bagi pengunjung. Dengan tersedianya lahan parkir yang luas di Ancol, pengunjung konser dapat memarkirkan kendaraannya dengan nyaman dan kemudian berjalan kaki melalui jembatan menuju JIS. Hal ini akan mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar stadion dan meminimalisir keberadaan parkir liar yang sering menjadi penyebab kemacetan.
Proyek ini juga menandai pentingnya kolaborasi antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI Jakarta. Ancol dan JakPro, dua BUMD yang terlibat dalam proyek ini, diharapkan dapat bekerja sama secara sinergis untuk memastikan pembangunan jembatan berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Gubernur telah menginstruksikan kedua BUMD untuk memprioritaskan proyek ini dan mengatasi segala kendala yang mungkin timbul.
Selain mengatasi masalah parkir, pembangunan jembatan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk menjadikan JIS sebagai alternatif utama untuk konser besar selain Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Dengan fasilitas parkir yang memadai di Ancol, JIS diharapkan dapat menarik lebih banyak penyelenggara acara internasional dan menjadi pusat hiburan berskala global.
Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap kritik dan keluhan terkait aksesibilitas JIS pada penyelenggaraan konser sebelumnya. Pada tahun 2024, konser Bruno Mars di JIS menuai keluhan dari penonton terkait kemacetan parah dan parkir liar di sekitar stadion. Penonton terpaksa memarkirkan kendaraannya jauh dari stadion dan harus berjalan kaki atau naik ojek dengan tarif mahal untuk mencapai lokasi acara.
Salah seorang penonton konser Bruno Mars, Karin (25), menceritakan pengalamannya yang kurang menyenangkan. Ia harus memarkirkan kendaraannya di kawasan Kemayoran dan kemudian naik ojek selama 1,5 jam untuk mencapai JIS karena kemacetan yang parah. Karin juga menyoroti kurangnya area parkir resmi di JIS dan keberadaan parkir liar yang memperparah kemacetan.
Dengan adanya jembatan penghubung dan kolaborasi antar BUMD, diharapkan JIS dapat menjadi arena konser kelas dunia dengan akses dan fasilitas yang lebih baik. Proyek ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan citra Jakarta sebagai kota yang ramah bagi penyelenggaraan acara internasional dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengunjung konser.