Silaturahmi Menteri ATR/BPN dan ESDM ke Pondok Pesantren Daarut Tauhid Purworejo: Apresiasi Peran Ulama Kharismatik KH Thoifur Mawardi
Silaturahmi Menteri ATR/BPN dan ESDM ke Pondok Pesantren Daarut Tauhid Purworejo: Apresiasi Peran Ulama Kharismatik KH Thoifur Mawardi
Purworejo, Jawa Tengah – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan silaturahmi ke KH Thoifur Mawardi di Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo, pada Senin (10/3/2025). Kunjungan kedua menteri Kabinet Indonesia Maju ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap peran penting KH Thoifur Mawardi sebagai ulama kharismatik yang berpengaruh luas di Jawa Tengah dan nasional.
KH Thoifur Mawardi, putra dari KH R. Mawardi, pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, dikenal luas sebagai sosok ulama yang berpengaruh di Kabupaten Purworejo dan sekitarnya. Reputasi beliau sebagai pendidik dan tokoh agama yang disegani telah menarik perhatian berbagai tokoh nasional, termasuk para calon presiden sebelum Pemilu 2024, seperti Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, yang sebelumnya juga telah menyambangi kediaman beliau. Kunjungan tersebut semakin memperkuat posisi KH Thoifur Mawardi sebagai tokoh agama yang memiliki jaringan luas dan pengaruh yang signifikan dalam kancah politik dan sosial Indonesia.
Nusron Wahid, dalam keterangannya, menekankan luasnya jaringan KH Thoifur Mawardi, yang tak hanya terbatas di Purworejo. Beliau menuturkan bahwa KH Thoifur Mawardi merupakan alumni dari As-Sayyid Muhammad bin 'Alawi Al-Maliki Al-Hasani di Makkah, yang diasuhnya dari tahun 1977 hingga 1988. "Beliau jaringannya luas, Kyai Thoifur itu salah satu senior alumni dari As-Sayyid Muhammad bin 'Alawi Al-Maliki, " ujar Nusron. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banyak pengasuh pondok pesantren di Indonesia merupakan lulusan dari lembaga pendidikan yang sama di bawah bimbingan As-Sayyid Muhammad bin 'Alawi Al-Maliki, sehingga KH Thoifur Mawardi menempati posisi yang terhormat di antara para alumni tersebut. "KH Thoifur Mawardi adalah salah satu yang dituakan di jaringan alumni Al-Qutb Al-Irsyad wad Da'wah," tegasnya.
Pondok Pesantren Daarut Tauhid di bawah asuhan KH Thoifur Mawardi telah mencetak puluhan ribu santri, dan kini telah memiliki cabang di berbagai wilayah Purworejo, bahkan hingga ke pelosok desa. Komitmen beliau terhadap dakwah di pedesaan dan daerah terpencil, bahkan hingga luar Jawa, sangatlah patut diapresiasi. Nusron menambahkan, "Beliau sangat konsen terhadap dakwah di pedesaan dan pelosok-pelosok luar Jawa." Riwayat pendidikan KH Thoifur Mawardi yang meliputi berbagai pesantren ternama, seperti Ponpes Sugihan Kajoran (Magelang), Ponpes Lasem, Ponpes Rembang, dan pesantren di Mekah, menunjukkan keteguhan beliau dalam menuntut ilmu agama.
Kunjungan kedua menteri ini bukan hanya sebagai kunjungan silaturahmi biasa, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi besar KH Thoifur Mawardi dalam dunia pendidikan dan dakwah di Indonesia. Perjalanan panjang beliau dalam menuntut ilmu dan menyebarkan ajaran agama Islam telah menginspirasi banyak orang dan membuatnya menjadi tokoh yang dihormati di berbagai kalangan. Kehadiran para menteri tersebut semakin mengukuhkan peran penting KH Thoifur Mawardi dalam memajukan pendidikan agama dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di Indonesia.
Riwayat Pendidikan KH Thoifur Mawardi:
- Ponpes Sugihan Kajoran, Magelang
- Ponpes Lasem
- Ponpes Rembang
- Mekah, di bawah asuhan Sayid Muhammad