Polemik Pengemis Badut di Klender: Petugas Sosial Terhambat Asesmen Kondisi Anak

Aparat Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Timur mengalami kendala dalam memastikan kondisi kesehatan seorang anak yang dieksploitasi sebagai bagian dari aktivitas mengemis oleh seorang wanita berkostum badut di kawasan Stasiun Klender Baru. Upaya penertiban yang dilakukan pada Minggu (25/5/2025) malam lalu menemui jalan buntu akibat sikap tidak kooperatif dari pengemis tersebut.

"Saat kami mencoba melakukan asesmen, komunikasi terhambat karena yang bersangkutan (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) tidak kooperatif. Dari pengamatan awal, anak tersebut tampak sehat," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sudinsos Jakarta Timur, Rizqon Hermawan, kepada awak media pada Rabu (26/5/2025).

Rizqon menjelaskan bahwa petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) mendapati pengemis itu bereaksi histeris saat didekati. Situasi memanas ketika wanita tersebut tiba-tiba berteriak dan menangis histeris, memicu reaksi dari warga sekitar dan bahkan sejumlah preman yang berada di lokasi kejadian untuk membela pengemis tersebut. Akibatnya, petugas P3S terpaksa menghadapi kerumunan massa yang menghalangi upaya mereka.

Semula, petugas berniat membawa wanita tersebut ke kantor Dinas Sosial sebagai bagian dari prosedur penertiban. Namun, eskalasi situasi yang disebabkan oleh pembelaan dari kelompok preman membuat komunikasi menjadi tidak mungkin dilakukan. "Untuk menghindari potensi insiden yang tidak diinginkan, petugas hanya memberikan edukasi dan tidak melanjutkan dengan tindakan lebih lanjut. Kami akan terus memantau situasi secara berkala," imbuh Rizqon.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video viral di media sosial, yang diunggah oleh akun Instagram @kabar.jaktim. Video tersebut memperlihatkan seorang wanita berpakaian badut sedang duduk sambil menggendong seorang anak yang tampak tertidur lelap. Dalam keterangan video, disebutkan bahwa anak tersebut selalu dalam kondisi tertidur, baik siang maupun malam hari, yang menimbulkan kecurigaan akan kondisi kesehatannya.

"Kondisi anak selalu tertidur pulas, baik sore maupun malam hari. Saya merekam kondisi menjelang maghrib dan malam hari. Mohon perhatiannya karena kondisi anak yang selalu tertidur itu sangat tidak wajar," tulis keterangan dalam video tersebut.

Selain itu, wanita berkostum badut tersebut juga kerap membawa anaknya mengemis dalam kondisi cuaca buruk, seperti hujan. Hal ini semakin memicu keprihatinan dari perekam video dan warganet, yang mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan. "Apalagi terkadang anak itu dibawa keluar dalam kondisi hujan. Tolong petugas yang berwenang ditindak lanjuti, kasihan anaknya," lanjut keterangan dalam video.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menanggapi laporan ini dengan menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus ini melalui koordinasi dengan suku dinas terkait. "Segera dicek oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Timur dan akan tindak lanjut segera," tegas Munjirin saat dikonfirmasi pada Senin lalu.