Pengusaha Cilegon Tempuh Jalur Hukum, Diduga Jadi Korban Pemerasan Oknum Ketua Kadin Terkait Proyek Mangkrak
Seorang pengusaha asal Cilegon, Banten, Cecep Supriyadi, mengambil langkah hukum dengan melaporkan dugaan praktik pemerasan yang dialaminya ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Komisi III DPR RI. Langkah ini diambil terkait proyek yang tak kunjung terealisasi di PT Jawa Manis Rafinasi (JMR), anak perusahaan PT Wilmar Grup, setelah diduga diperas oleh oknum Ketua Kadin Cilegon.
Cecep Supriyadi, Direktur PT Narwastu Naga Kinjes (NNK), mengungkapkan kekecewaannya atas proyek yang terkatung-katung. Menurutnya, perusahaan telah mengikuti proses lelang yang diadakan oleh PT Wilmar pada Agustus 2023 untuk pekerjaan di PT JMR. Pekerjaan tersebut meliputi pembongkaran scrap, penjualan Ex Boiler Gas, Ex Molases Tank, dan Ex Vacuum. PT NNK dinyatakan sebagai pemenang lelang. Akan tetapi, sebelum pekerjaan dapat dimulai, muncul permintaan dari pihak PT JMR agar PT NNK berkoordinasi dengan Abah Salim, Ketua Kadin Cilegon, yang menurut Cecep tidak memiliki hubungan struktural dengan PT JMR.
Penolakan Cecep untuk berkoordinasi dengan Abah Salim berbuntut panjang. Meskipun peralatan berat telah dikirim ke lokasi PT JMR, akses untuk memulai pekerjaan dihalangi oleh petugas keamanan dengan alasan belum ada izin dari pimpinan, padahal Surat Order (SO) telah diterbitkan. Akibatnya, proyek senilai Rp700 juta tersebut mangkrak, dan Cecep mengaku mengalami kerugian sekitar Rp200 juta.
Kerugian tersebut meliputi biaya sewa dan pembelian alat berat, pembuatan seragam untuk 25 karyawan, serta biaya operasional lainnya. Selain melaporkan kasus ini ke KPPU dan DPR RI, Cecep juga telah melaporkan Abah Salim ke Polda Banten atas dugaan pemerasan. Abah Salim sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, namun sempat tidak ditahan. Penahanan baru dilakukan setelah kasus pemerasan terhadap PT Chandra Asri Alkali mencuat ke publik.
Berikut rincian kerugian yang dialami PT Narwastu Naga Kinjes:
- Biaya sewa alat berat
- Biaya pembelian alat
- Biaya pembuatan seragam karyawan (25 orang)
- Biaya operasional