Aksi Warga Warnai Kunjungan Gubernur: Protes Ganti Rugi Lahan yang Tertunda

Kekecewaan Warga Warnai Kunjungan Gubernur Jakarta

Sebuah momen tak terduga mewarnai kunjungan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri acara penanaman pohon di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Di tengah sesi wawancara dengan wartawan, seorang warga bernama Aji Mustakim, nekat menerobos barisan dan menyampaikan keluh kesahnya terkait ganti rugi lahan yang belum dibayarkan sejak tahun 2016.

Aji, yang mengaku sebagai warga yang tinggal di sekitar lokasi acara, dengan suara lantang mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyatakan bahwa tanah miliknya hingga kini belum mendapatkan kompensasi dari pihak Bina Marga, meskipun sudah berulang kali mengajukan permohonan.

"Pak, saya mau tanya, Pak. Nama saya Aji Mustakim, saya tinggal di seberang, Pak. Tanah saya dari 2016 sampai sekarang belum dibayar sama Bina Marga," ungkap Aji dengan nada penuh harap.

Ia menambahkan bahwa dirinya telah berupaya mencari keadilan dengan mengadukan masalah ini kepada berbagai pihak, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan kantor Bina Marga di Tanah Abang. Namun, selama tujuh bulan terakhir, tidak ada perkembangan yang signifikan. Aji mendesak kejelasan mengenai status ganti rugi tersebut, mengingat kondisi rumahnya yang semakin memprihatinkan.

"Tapi selama tujuh bulan enggak ada perkembangan. Saya mau tanya, Pak. Bagaimana kelanjutannya? Kalau memang dibatalkan, ya batalkan. Tapi rumah saya sudah rusak parah, Pak,” ujarnya lagi.

Gubernur Pramono Anung, yang tampak terkejut dengan interupsi tersebut, merespons dengan tenang. Ia mengaku baru pertama kali mendengar permasalahan Aji dan langsung menunjuk Wali Kota Jakarta Timur, yang turut hadir dalam acara tersebut, untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kebetulan ada Pak Wali Kota di belakang saya. Saya minta beliau untuk meneliti dulu apa yang sebenarnya terjadi. Kalau saya jawab sekarang, saya belum tahu karena ini baru saya dengar dari Bapak," kata Pramono.

Namun, Aji tampak belum sepenuhnya puas dengan jawaban tersebut. Ia menegaskan bahwa warga lain yang mengalami masalah serupa telah menerima pembayaran ganti rugi, sementara dirinya masih menunggu keadilan. Ia berharap, dengan kehadiran Gubernur di Cakung, masalahnya dapat segera diselesaikan.

"Enggak, Pak. Yang lain sudah dibayar. Mumpung Bapak ke Cakung, saya mohon keadilan," tegas Aji.

Pramono kembali menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini. Ia meminta Wali Kota Jakarta Timur untuk melakukan investigasi mendalam terhadap kasus Aji dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak.

"Nanti kasus Bapak akan diteliti oleh Pak Wali Kota," tutup Pramono.