Perusakan Stadion GBLA Usai Perayaan Juara Persib, Polisi Tangkap Oknum Suporter dan Buru Pelaku Lain

Aparat kepolisian Kota Bandung telah mengamankan seorang oknum suporter yang diduga terlibat dalam aksi perusakan fasilitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pasca perayaan kemenangan Persib Bandung dalam kompetisi Liga 1 musim 2024/2025. Penangkapan ini dilakukan menyusul viralnya video di media sosial yang memperlihatkan tindakan vandalisme berupa pencabutan rumput lapangan dan pemotongan jaring gawang.

Menurut keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram @polrestabes_bandung, pelaku diamankan pada hari Senin (26/5/2025). Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengenakan kaos putih berlogo Persib dan tulisan "Champions" dibawa oleh petugas ke ruang pemeriksaan dengan kondisi tertunduk.

Kepala Polrestabes Bandung, Komisaris Besar Polisi Budi Sartono, menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap pelaku sedang berlangsung intensif. Pihaknya juga tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku-pelaku lain yang terlibat dalam aksi perusakan tersebut. "Kami masih memburu pelaku lainnya yang melakukan perusakan di Stadion GBLA," ujar Kombes Pol Budi Sartono pada hari Selasa (27/5/2025).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan keras terhadap insiden ini. Ia menegaskan bahwa tindakan merusak fasilitas publik tidak dapat ditoleransi. "Merayakan kemenangan adalah ekspresi yang kita nantikan, tetapi saya tidak ada toleransi terhadap tindakan-tindakan yang mengarah pada kriminal, melakukan perusakan terhadap fasilitas stadion yang kita banggakan," tegasnya.

Dedi Mulyadi menambahkan bahwa aparat akan melakukan penjemputan terhadap para pelaku untuk proses klarifikasi dan pemeriksaan. Jika terbukti melanggar hukum, proses pidana akan ditegakkan. "Bila terbukti ada unsur pidana, maka akan diproses hukum. Dan bila pelaku di bawah umur, bakal dibawa ke barak untuk dibina sampai mereka sadar akan tindakannya," tegasnya.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh suporter untuk tetap menjaga ketertiban dan menghindari tindakan-tindakan yang merugikan, terutama saat merayakan momen kemenangan klub kebanggaan. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam merayakan sebuah kemenangan. Perayaan yang sportif dan tidak merugikan orang lain adalah cerminan dari kedewasaan suporter dalam mendukung tim kesayangannya. Aksi perusakan fasilitas publik hanya akan mencoreng nama baik klub dan merugikan masyarakat luas.

Stadion GBLA sendiri merupakan aset berharga bagi masyarakat Jawa Barat dan menjadi kebanggaan bagi para pecinta sepak bola. Kerusakan yang terjadi akibat ulah oknum suporter ini tentu sangat disayangkan dan memerlukan tindakan tegas agar tidak terulang kembali di masa mendatang. Pemerintah daerah dan pihak kepolisian diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap segala bentuk pelanggaran yang terjadi di area stadion, terutama saat perayaan-perayaan besar.

Selain itu, peran serta dari komunitas suporter dan klub sepak bola juga sangat penting dalam mencegah terjadinya tindakan vandalisme. Edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga fasilitas publik serta menjunjung tinggi sportivitas dalam mendukung tim kesayangan perlu terus digalakkan. Dengan kerjasama yang baik antara semua pihak, diharapkan stadion GBLA dapat terus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh pecinta sepak bola.