Angga Raka Prabowo Nahkodai Telkom Sebagai Komisaris Utama, Dian Siswarini Isi Kursi Direktur Utama
Perusahaan telekomunikasi plat merah, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), mengumumkan perubahan signifikan dalam jajaran kepemimpinannya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta pada hari Selasa (27/5/2025), Angga Raka Prabowo secara resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama, menggantikan Bambang Brodjonegoro yang sebelumnya mengundurkan diri.
Penunjukan Angga Raka, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), menambah warna baru dalam kepemimpinan Telkom. Namanya memang telah santer disebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk posisi strategis ini. Pengunduran diri Bambang Brodjonegoro pada 10 April 2025, karena terpilih menjadi Dekan Asian Development Bank Institute (ADBI), membuka jalan bagi Angga Raka untuk menduduki kursi Komisaris Utama.
Selain perubahan pada posisi Komisaris Utama, RUPST Telkom juga mengumumkan penunjukan Dian Siswarini sebagai Direktur Utama yang baru, menggantikan Ririek Ardiansyah. Dian Siswarini sebelumnya dikenal sebagai Direktur Utama PT XL Axiata Tbk (EXCL), sebelum perusahaan tersebut melakukan merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Penunjukan ini menandai babak baru dalam kepemimpinan Telkom, dengan harapan membawa inovasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
RUPST Telkom tidak hanya membahas perubahan dalam jajaran kepemimpinan, tetapi juga menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2024. Pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 89% dari laba bersih, atau senilai Rp 21,04 triliun, yang setara dengan Rp 212,46 per saham. Total laba bersih yang dicatatkan Telkom pada tahun 2024 adalah sebesar Rp 23,64 triliun. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Sepanjang tahun 2024, Telkom menunjukkan kinerja yang solid dengan mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 150,0 triliun, meningkat 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) konsolidasi tercatat sebesar Rp 75,0 triliun, dengan margin EBITDA yang tetap terjaga pada 50,0%. Meskipun terdapat dampak dari program Pensiun Dini (Early Retirement Program/ERP) yang dilaksanakan pada kuartal II 2024, Telkom mampu mempertahankan kinerja yang positif.
Secara keseluruhan, Telkom mencatatkan laba bersih sebesar Rp 23,6 triliun dengan margin laba bersih pada 15,8%. Laba bersih operasional tercatat sebesar Rp 24,1 triliun dengan margin laba bersih operasional 16,1%. Hasil ini mencerminkan efisiensi operasional dan kemampuan Telkom dalam menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Perubahan dalam jajaran kepemimpinan, bersamaan dengan kinerja keuangan yang solid, diharapkan dapat membawa Telkom menuju pertumbuhan dan inovasi yang lebih besar di masa depan.
Berikut adalah poin-poin penting yang diputuskan dalam RUPST Telkom:
- Penunjukan Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama menggantikan Bambang Brodjonegoro.
- Penunjukan Dian Siswarini sebagai Direktur Utama menggantikan Ririek Ardiansyah.
- Penetapan dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp 21,04 triliun atau Rp 212,46 per saham.
- Pendapatan konsolidasi tahun 2024 sebesar Rp 150,0 triliun.
- Laba bersih tahun 2024 sebesar Rp 23,6 triliun.