Samarinda Diterjang Banjir dan Longsor, BPBD Imbau Warga Waspada
Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dilanda banjir besar dan tanah longsor setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa dini hari (27/5). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda telah mengeluarkan peringatan dini dan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga meluasnya genangan di berbagai wilayah.
Kondisi ini diperparah dengan fenomena backwater dari Sungai Mahakam, yang menyebabkan aliran air sungai berbalik ke anak-anak sungai seperti Sungai Karang Mumus, Karang Asam Besar, dan Karang Asam Kecil. Akibatnya, dataran rendah kota terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50-100 cm di beberapa lokasi.
Wilayah Terdampak Banjir
Berdasarkan laporan BPBD Kota Samarinda, beberapa wilayah berikut ini mengalami genangan air yang signifikan:
- Jalan DI Panjaitan (depan Terminal Lempake dan Sekolah Bunga Bangsa)
- Simpang Air Hitam, Simpang Mugirejo, Simpang Gunung Kapur
- Jalan P. Suryanata (Air Putih), Jalan Kebaktian, Jalan Kemerdekaan
- Jalan Antasari, Jalan Gajah Mada (depan Kantor Gubernur Kaltim dan Pasar Pagi)
- Jalan AW Syahranie (depan Big Mall)
- Perumahan Bengkuring dan daerah Sungai Karang Mumus
- Jalan Sultan Hasanuddin, Palaran
Genangan air ini mengakibatkan gangguan lalu lintas, dengan banyak kendaraan yang mogok. Beberapa rumah warga juga mulai terendam air. BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melewati jalan yang tergenang dan segera mengamankan barang-barang berharga.
Wilayah Terdampak Tanah Longsor
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di beberapa lokasi di Kota Samarinda. Berikut adalah daftar wilayah yang terdampak tanah longsor:
- Jalan Gerilya Solong
- Jalan Giri Makmur RT 22 No. 25
- Jalan Lily 2 RT 31 Perum Talangsari
- Jalan Batu Cermin RT 05 Kelurahan Sempaja Utara
- Jalan Proklamasi Blok O Dalam
BPBD mengimbau warga yang tinggal di daerah berbukit atau lereng untuk waspada terhadap potensi longsor susulan. Masyarakat diimbau segera melaporkan jika menemukan retakan atau pergerakan tanah yang mencurigakan.
Imbauan dan Langkah Pencegahan dari BPBD
BPBD Kota Samarinda telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat dalam menghadapi situasi darurat ini:
- Hindari bepergian ke daerah yang terendam air.
- Jangan memaksa melintasi jalan dengan arus deras.
- Amankan barang-barang penting dan dokumen ke tempat yang lebih tinggi.
- Ikuti perkembangan informasi resmi dari BPBD dan Pemerintah Kota Samarinda.
- Segera menuju posko pengungsian jika kondisi memburuk.
- Laporkan kondisi darurat ke pihak berwenang jika membutuhkan bantuan.
BPBD juga menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari pemerintah, dan tidak mudah percaya pada berita bohong yang dapat memperkeruh suasana. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terkini dari sumber-sumber resmi guna mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.