Indonesia dan Prancis Jajaki Penguatan Kemitraan Strategis Pertahanan, Fokus pada Alutsista Unggulan
Kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia membuka peluang baru dalam mempererat hubungan bilateral, khususnya di bidang pertahanan. Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan bahwa pertemuan antara Presiden Macron dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan membahas secara mendalam potensi peningkatan kerjasama strategis, termasuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern.
Sjafrie menjelaskan bahwa Letter of Intent (LoI) akan ditandatangani bersama oleh sejumlah menteri terkait, menandai komitmen kedua negara untuk mengembangkan kerjasama pertahanan yang lebih komprehensif. Fokus utama dari kerjasama ini adalah pengadaan alutsista strategis yang akan memperkuat pertahanan nasional Indonesia. Dua alutsista utama yang menjadi sorotan dalam kerjasama ini adalah pesawat tempur generasi terkini dan kapal selam modern.
Presiden Macron beserta Ibu Negara Brigitte Macron tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 22.00 WIB. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Wakil Gubernur Rano Karno. Upacara penyambutan kenegaraan yang meriah menampilkan pasukan jajar kehormatan serta pertunjukan seni budaya Betawi yang memukau. Presiden Macron dan Ibu Negara tampak menikmati suguhan tarian Betawi sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia dan memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis di berbagai bidang. Detail lebih lanjut mengenai jenis pesawat tempur dan kapal selam yang akan diadakan, serta skema pembiayaan dan transfer teknologi yang akan diterapkan, akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan teknis antara kedua belah pihak.