Lapas Sukamiskin Unggul dengan Smart Farming IoT: Panen Raya Melon Inthanon Capai 800 Kilogram

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, mencatatkan keberhasilan dalam penerapan teknologi smart farming Internet of Things (IoT) dengan menggelar panen raya melon Inthanon. Hasil panen yang mencapai 800 kilogram ini menjadi bukti nyata efektivitas teknologi dalam meningkatkan produktivitas pertanian di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Klas I Sukamiskin, Fajar Nur Cahyono, mengungkapkan bahwa budidaya melon Inthanon ini memanfaatkan sistem smart farming IoT yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian lingkungan tumbuh tanaman secara presisi. Sistem ini memungkinkan masa tanam hingga panen dipersingkat menjadi hanya dua bulan, dengan kualitas buah yang optimal dan rasa yang manis. Keberhasilan ini sekaligus menjadi demonstrasi potensi teknologi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Program budidaya melon ini merupakan bagian dari inisiatif yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang mencakup 13 program akselerasi untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Selain berkontribusi pada ketahanan pangan, program ini juga memberikan nilai tambah bagi warga binaan Lapas Sukamiskin. Mereka mendapatkan pelatihan dan pengalaman langsung dalam budidaya tanaman dengan teknologi modern, yang dapat menjadi bekal berharga setelah bebas.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Brigjen Pol. Drs. Mashudi, bersama jajaran pejabat terkait, turut hadir dalam acara panen raya ini. Beliau mengapresiasi inisiatif Lapas Sukamiskin dalam menerapkan teknologi smart farming IoT dan berharap agar program ini dapat terus dikembangkan dengan varian tanaman lainnya. Menurutnya, pengembangan budidaya tanaman di lingkungan lapas tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembinaan warga binaan dan citra pemasyarakatan.

Sebagian hasil panen melon Inthanon ini akan dijual kepada masyarakat, dan sebagian dari hasil penjualannya akan disetorkan ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Langkah ini menunjukkan komitmen Lapas Sukamiskin dalam mendukung program pemerintah dan memberikan kontribusi positif bagi negara.

Setelah panen, lahan yang telah digunakan untuk budidaya melon akan segera ditanami kembali dengan bibit baru. Hal ini menunjukkan keberlanjutan program dan komitmen Lapas Sukamiskin dalam mengembangkan smart farming IoT sebagai salah satu unggulan program pembinaan.

Berikut poin penting yang dapat disimpulkan:

  • Jenis Melon: Inthanon
  • Jumlah Panen: 800 Kilogram
  • Teknologi: Smart Farming IoT
  • Waktu Panen: 2 Bulan
  • Manfaat: Ketahanan Pangan, PNBP, Pembinaan Warga Binaan