Waspada! Cokelat dan MSG Picu Asma pada Anak, Ini Kata Dokter
Pakar kesehatan anak mengungkapkan bahwa asma pada anak dapat dipicu oleh konsumsi makanan dan minuman tertentu. Beberapa jenis makanan, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau tanpa memperhatikan reaksi tubuh anak, berpotensi memicu serangan asma.
Dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp.Respi(K), Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, menjelaskan dalam sebuah webinar bahwa reaksi setiap anak terhadap makanan bisa berbeda-beda. Namun, secara umum, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh anak-anak penderita asma.
Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari
Menurut Dr. Wahyuni, makanan yang berpotensi memperburuk gejala asma pada anak umumnya bersifat hyperalergenik atau mudah memicu alergi. Beberapa jenis makanan yang perlu diwaspadai antara lain:
- Cokelat
- Makanan yang mengandung pengawet
- Makanan yang mengandung MSG (Monosodium Glutamat)
- Makanan dan minuman yang terlalu dingin
Dr. Wahyuni menekankan pentingnya observasi individual karena setiap anak bisa memberikan respons yang berbeda. Orang tua perlu mencatat makanan spesifik yang memicu gejala asma pada anak mereka. Pemantauan yang teliti akan membantu mengidentifikasi pemicu yang perlu dihindari.
Mengendalikan Asma pada Anak
Untuk mengendalikan asma dan memastikan anak tetap aktif dan tumbuh kembangnya tidak terganggu, Dr. Wahyuni memberikan beberapa panduan penting:
- Pemberian Obat Pengendali Rutin: Obat pengendali asma harus diberikan setiap hari, minimal selama tiga bulan, terutama jika anak sering mengalami gejala atau serangan berulang. Tujuannya adalah menstabilkan kondisi paru-paru.
- Evaluasi Medis Sebelum Menghentikan Obat: Jangan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter, meskipun gejala sudah membaik. Penghentian sepihak dapat menyebabkan kekambuhan atau perburukan gejala.
- Kenali Gejala Serangan Dini: Orang tua harus mampu mengenali tanda-tanda awal serangan asma, seperti batuk di malam hari, napas berbunyi (mengi), atau sesak napas setelah beraktivitas.
- Sediakan Obat Darurat di Rumah: Selalu siapkan inhaler dan spacer atau alat nebulizer di rumah untuk penanganan cepat saat gejala asma muncul.
- Segera ke Fasilitas Kesehatan Jika Memburuk: Jika kondisi anak tidak membaik setelah penanganan awal di rumah, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Menghindari pemicu makanan, mengenali gejala sejak dini, dan menjalani pengobatan jangka panjang adalah kunci agar anak dengan asma dapat hidup normal dan aktif. Kolaborasi yang erat antara dokter dan orang tua sangat penting dalam menjaga asma anak tetap terkendali.