Mitratel Tunjuk Staf Khusus Mensesneg sebagai Nakhoda Baru Komisaris Utama
Dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2024 yang diselenggarakan pada Rabu (28/5/2025), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), bersama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengumumkan penunjukan Fadli Tri Hartono sebagai Komisaris Utama. Fadli, yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), akan menggantikan Yusuf Wibisono dalam posisi strategis tersebut.
Selain perubahan pada jajaran komisaris, RUPST juga mengukuhkan Theodorus Ardi Hartoko sebagai Direktur Utama Mitratel. Theodorus, seorang alumni Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom) angkatan 1991, telah memimpin perusahaan sejak tahun 2020. Penunjukan kembali ini mengindikasikan kepercayaan pemegang saham terhadap kepemimpinan dan visi strategisnya dalam mengembangkan Mitratel.
Pada kesempatan yang sama, pemegang saham Mitratel menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,47 triliun, yang setara dengan 70% dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp2,11 triliun. Selain itu, disetujui pula dividen spesial sebesar 28% dari laba bersih, atau sekitar Rp590,18 miliar, yang berarti Rp7,23 per saham. Dengan demikian, total dividen yang diterima pemegang saham adalah Rp18,09 per lembar saham.
Direktur Investasi Mitratel, Hendra Purnama, menjelaskan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada para investornya. Ia juga menegaskan bahwa pembagian dividen tersebut tidak akan mengganggu rencana ekspansi Mitratel ke depannya.
"Pembagian dividen adalah wujud terima kasih kami kepada para investor. Kami memastikan bahwa alokasi dana untuk dividen ini tidak akan menghambat laju ekspansi perusahaan," ungkap Hendra saat acara Public Expose Mitratel.
Secara finansial, Mitratel mencatatkan kinerja yang solid pada tahun 2024, dengan pendapatan mencapai Rp9,31 triliun, meningkat 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Kontributor utama pendapatan perusahaan masih berasal dari bisnis penyewaan menara BTS (tower leasing), yang mencapai Rp7,63 triliun, tumbuh 6,9%.
Selain itu, pendapatan dari segmen fiber optik (serat optik) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai Rp486 miliar, meningkat 64,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, beban operasional perusahaan berhasil ditekan menjadi Rp1,6 triliun, turun 5,2% dari Rp1,7 triliun pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, Mitratel berhasil mencatatkan EBITDA sebesar Rp7,69 triliun, meningkat 10,2%. Margin EBITDA juga mengalami peningkatan dari 80,4% pada tahun 2023 menjadi 82,7% pada tahun 2024.
Berikut rincian pembagian dividen Mitratel:
- Dividen tunai: Rp1,47 triliun (70% dari laba bersih)
- Dividen spesial: Rp590,18 miliar (28% dari laba bersih)
- Total dividen per saham: Rp18,09
Kinerja Keuangan Mitratel Tahun 2024:
- Pendapatan: Rp9,31 triliun (naik 7,2% yoy)
- Pendapatan dari tower leasing: Rp7,63 triliun (naik 6,9%)
- Pendapatan dari fiber optik: Rp486 miliar (naik 64,3%)
- Beban operasional: Rp1,6 triliun (turun 5,2%)
- EBITDA: Rp7,69 triliun (naik 10,2%)
- Margin EBITDA: 82,7% (naik dari 80,4%)