Lonjakan Kendaraan di Jalan Tol Jabodetabek Saat Libur Panjang

Libur panjang akhir pekan telah memicu peningkatan signifikan dalam volume lalu lintas di jalan tol yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). PT Jasamarga (Persero) Tbk mencatat adanya lonjakan kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek melalui gerbang tol utama pada periode libur panjang ini.

PT Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division melaporkan, sebanyak 250 ribu kendaraan tercatat meninggalkan Jabodetabek melalui jalan tol pada tanggal 28 Mei. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa. Kenaikan volume lalu lintas ini terdistribusi di beberapa gerbang tol utama yang mengarah ke berbagai tujuan populer.

Berikut rincian peningkatan volume lalu lintas di beberapa gerbang tol utama:

  • Gerbang Tol Cengkareng: Volume lalu lintas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami peningkatan sebesar 5,66%, dengan total 80.848 kendaraan melintas dibandingkan dengan lalu lintas normal sebanyak 76.516 kendaraan.
  • Gerbang Tol Benda Utama: Lalu lintas menuju Tangerang melalui GT Benda Utama melonjak sebesar 17,12%, mencatat 31.643 kendaraan dibandingkan dengan volume normal 27.018 kendaraan.
  • Gerbang Tol Ciawi 1: Arah Puncak Bogor mengalami peningkatan signifikan sebesar 25,25% di GT Ciawi 1, dengan 39.096 kendaraan melintas dibandingkan dengan 31.215 kendaraan pada kondisi normal.
  • Gerbang Tol Cikupa: Lalu lintas menuju Merak melalui GT Cikupa meningkat sebesar 10,88%, dengan 53.563 kendaraan melintas dibandingkan dengan 48.307 kendaraan pada hari biasa.

Selain itu, ruas tol yang menuju wilayah Bandung dan Rancaekek juga mengalami peningkatan volume kendaraan. Tercatat total 74.297 kendaraan melintas menuju Bandung dan Rancaekek, meningkat sebesar 17,81% dibandingkan volume lalu lintas normal yaitu 63.066 kendaraan. Sementara itu, volume lalu lintas yang meninggalkan Bandung menuju Jakarta juga mengalami peningkatan, dengan total 61.056 kendaraan melintas atau meningkat sebesar 7,71% dibandingkan volume lalu lintas normal yaitu 56.687 kendaraan.

Lebih lanjut, Jasamarga mencatat bahwa 29.362 kendaraan menuju Bandung atau Jakarta meninggalkan wilayah Rancaekek, Garut, dan sekitarnya melalui GT Cileunyi. Volume lalu lintas transaksi di GT tersebut naik sebesar 4,90% dari lalu lintas normal, yaitu sebanyak 27.991 kendaraan. Sebaliknya, volume lalu lintas transaksi dari arah sebaliknya, yaitu yang menuju Rancaekek, Garut, dan sekitarnya melalui GT Cileunyi, tercatat 35.993 kendaraan atau naik sebesar 22,69% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 29.336 kendaraan.

Di sisi lain, volume lalu lintas transaksi GT Pasteur yang masuk atau meninggalkan Kota Bandung tercatat 31.694 atau naik sebesar 10,45% dari lalu lintas normal sebanyak 28.696. Sementara itu, volume lalu lintas transaksi yang menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat 38.304 kendaraan atau naik sebesar 13,56% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 33.730 kendaraan.

Jasamarga mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan dengan memastikan kendaraan dalam kondisi prima, pengemudi dalam keadaan fit, serta memperhatikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik (e-toll). Perusahaan juga mengingatkan pengguna jalan untuk menggunakan satu kartu e-toll yang sama untuk pembayaran di jalan tol dengan sistem transaksi tertutup seperti Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi serta Jalan Tol JORR II.