Kunjungan Kenegaraan: Presiden Macron Terpukau Toleransi Beragama di Candi Borobudur

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, baru-baru ini menyampaikan kekagumannya terhadap Candi Borobudur, tidak hanya sebagai sebuah mahakarya arsitektur, tetapi juga sebagai simbol toleransi beragama yang kuat. Dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, Macron secara khusus menyoroti peran candi tersebut sebagai tempat ibadah yang hidup dan sarat makna.

Dalam pernyataan bersama dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Macron menyatakan, "Candi Borobudur, selain berfungsi sebagai tempat ibadah, adalah sebuah adikarya spiritual arsitektur yang membuktikan keunggulan peradaban Indonesia." Ia menekankan bahwa keberadaan Candi Borobudur menjadi bukti nyata pengaruh budaya Indonesia yang mendalam.

Macron mengamati bahwa ratusan orang datang ke Candi Borobudur untuk beribadah. Menurutnya, hal ini mengirimkan pesan universal tentang toleransi. "Borobudur bagi saya adalah tempat ibadah, dan ada ratusan bahkan ribuan orang yang datang beribadah, yang menunjukkan pesan universal tentang toleransi," ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Macron menuturkan bahwa Candi Borobudur menjadi saksi bisu semangat kemitraan global. Ia mengapresiasi langkah Indonesia dalam mendaftarkan candi tersebut sebagai warisan dunia UNESCO. "Borobudur adalah bukti keunggulan multilateralisme dan semangat kemitraan. Melalui kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan UNESCO, beberapa dekade lalu, candi ini berhasil dilestarikan dan didaftarkan sebagai warisan dunia UNESCO," jelasnya.

Kunjungan Presiden Macron ke Candi Borobudur menjadi penegasan akan pentingnya dialog antar budaya dan agama. Selain itu, kunjungan ini juga menyoroti peran Indonesia dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kerukunan di kancah internasional. Candi Borobudur, sebagai warisan budaya dunia, terus menjadi sumber inspirasi dan simbol perdamaian bagi umat manusia.