Wamen PKP Gunakan Ojek Online di Tengah Kemacetan Jakarta, Tuai Sorotan Warganet
Kemacetan parah di Jakarta memaksa Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, mencari solusi alternatif untuk mencapai tujuannya. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan Fahri Hamzah menggunakan jasa ojek online (ojol) saat terjebak kemacetan. Sontak, kejadian ini memicu berbagai reaksi dari warganet.
Video tersebut menampilkan Fahri Hamzah turun dari sepeda motor di lobi sebuah gedung. Namun, yang menarik perhatian adalah penampilan pengemudi ojol yang dinilai tidak lazim, dengan jaket krem dan sepatu pantofel. Hal ini menimbulkan spekulasi di kalangan warganet bahwa aksi tersebut hanyalah sebuah upaya pencitraan. Beberapa warganet bahkan secara blak-blakan menyebut Fahri Hamzah sedang berusaha menampilkan diri sebagai sosok yang merakyat.
Menanggapi tudingan tersebut, Fahri Hamzah mengaku tidak memiliki niat untuk melakukan pencitraan. Ia justru tertawa saat mengetahui ramainya perbincangan warganet mengenai video dirinya naik ojol. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk menggunakan ojol diambil karena dirinya sudah terlalu lama terjebak dalam kemacetan.
"Aya-aya wae. Lagipula saya enggak punya kepentingan. (Orang) yang videoin bukan saya, ngapain juga (pencitraan)," ujar Fahri Hamzah.
Menurut Fahri Hamzah, staf khususnya lah yang berinisiatif memesankan ojol untuk membantunya keluar dari kemacetan. Ia juga menambahkan bahwa stafnya pula yang melakukan pembayaran untuk jasa ojol tersebut. Sesampainya di lobi gedung, Fahri Hamzah disambut oleh seorang pria yang kemudian merekam video yang viral tersebut.
Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa pria yang merekam video tersebut adalah Yusuf Hamka, yang disebutnya sebagai staf khusus dari Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam video itu, Yusuf Hamka melontarkan pujian kepada Fahri Hamzah dengan menyebutnya "merakyat" karena telah menggunakan ojol.
Selain isu pencitraan, Fahri Hamzah juga mendapat sorotan karena tidak mengenakan helm saat dibonceng ojek. Ia mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas tindakan tersebut.
Sebelumnya, diketahui bahwa Fahri Hamzah terjebak macet selama dua jam saat hendak menuju kantor Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mengikuti rapat. Kemacetan tersebut membuatnya memutuskan untuk menggunakan ojol sebagai solusi agar dapat segera sampai ke tempat tujuan. Ia berangkat dari kantor Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman & Direktorat Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko di Jalan Raden Patah I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Berikut poin-poin penting dalam berita ini:
- Fahri Hamzah menggunakan ojek online karena terjebak macet.
- Aksinya menuai komentar warganet yang menudingnya melakukan pencitraan.
- Fahri Hamzah membantah tudingan tersebut dan menjelaskan kronologi kejadian.
- Fahri Hamzah juga disorot karena tidak menggunakan helm saat naik ojek.
- Ia mengakui kesalahannya dan meminta maaf.