Kekalahan Telak Juventus atas Atalanta: Rekor Kelam Terulang Setelah Hampir Enam Dekade
Kekalahan Telak Juventus atas Atalanta: Rekor Kelam Terulang Setelah Hampir Enam Dekade
Juventus kembali menelan pil pahit setelah dipermalukan Atalanta dengan skor 0-4 di Allianz Stadium, Senin (10/3) dini hari WIB. Kekalahan tersebut menorehkan rekor kelam bagi Bianconeri, yang terakhir kali menelan kekalahan kandang dengan selisih empat gol atau lebih pada 22 Oktober 1967, saat melawan Torino dengan skor yang sama. Hampir enam dekade kemudian, sejarah kelam itu terulang. Kejadian ini memicu kekecewaan besar di kalangan pendukung setia Juventus.
Pertandingan yang berlangsung di depan pendukungnya sendiri justru menjadi saksi bisu atas rentetan kesalahan dan ketidakberuntungan yang dialami tim tuan rumah. Gol penalti Matteo Retegui sebelum babak pertama berakhir menjadi pembuka pesta gol Atalanta. Setelah turun minum, La Dea semakin menekan dan berhasil menambah tiga gol lagi melalui Marten de Roon, Davide Zappacosta, dan Ademola Lookman. Dominasi Atalanta yang telak membuat pendukung Juventus kecewa dan sebagian dari mereka memilih meninggalkan stadion sebelum pertandingan usai. Kekecewaan tersebut diwujudkan dengan cemoohan yang ditujukan kepada tim kesayangannya.
Reaksi atas kekalahan telak ini datang dari gelandang Juventus, Manuel Locatelli. Dalam wawancaranya dengan DAZN, Locatelli mengakui bahwa cemoohan dari pendukung adalah reaksi yang wajar atas penampilan buruk timnya. Ia menekankan bahwa tim, yang masih tergolong muda, harus bertanggung jawab penuh atas performa yang mengecewakan dan mengakui bahwa atmosfer negatif di dalam stadion adalah dampak langsung dari penampilan mereka di lapangan.
"Pastinya, fans berhak mencemooh ketika mereka menyaksikan pertandingan seperti ini," ujar Locatelli. Ia melanjutkan dengan mengatakan, "Aku selalu mengatakan kepada para pemain yang lebih muda, dan jangan lupa bahwa kami itu skuad yang masih muda dan hal ini tidak membantu kami, melainkan atmosfer bergantung sepenuhnya pada kami dan penampilan kami. Fans selama ini mendukung kami, dan mereka punya hak untuk mencibir. Kami mesti mengubah situasinya, dan hal itu bergantung pada kami dan sikap kami sendiri." Pernyataan Locatelli ini menyiratkan kesadaran tim akan kebutuhan untuk segera berbenah dan memperbaiki penampilan agar dapat kembali meraih kemenangan dan mendapatkan kembali kepercayaan pendukung.
Kekalahan ini semakin memperburuk posisi Juventus di klasemen sementara Serie A. Saat ini, mereka berada di posisi empat dengan 52 poin, tertinggal dua poin dari Lazio dan enam poin dari Bologna. Tantangan berat menanti Juventus pada pertandingan selanjutnya, yaitu melawan Fiorentina di kandang lawan. Tim asuhan Thiago Motta harus segera bangkit dari keterpurukan ini dan memperbaiki performa untuk menghindari kejaran tim-tim di bawahnya dan memastikan tempat di zona Liga Champions musim depan.
Berikut poin-poin penting dari pertandingan tersebut:
- Juventus kalah telak 0-4 dari Atalanta di kandang sendiri.
- Kekalahan ini mengulang rekor memalukan yang terakhir terjadi 57 tahun lalu.
- Penonton mencemooh Juventus karena penampilan buruk mereka.
- Manuel Locatelli mengakui kekecewaan fans dan menyerukan perubahan.
- Juventus harus segera memperbaiki performa untuk mengamankan posisi di klasemen.