Jejak Sang Pelukis Jalanan: Diman, Mengabadikan Para Pemimpin Bangsa di Blok M
Diman: Sang Pelukis Jalanan dan Galeri Wajah Presiden di Blok M
Di tengah geliat kehidupan modern Blok M, Jakarta Selatan, seorang seniman jalanan bernama Diman (50) tetap setia dengan kuas dan kanvasnya. Sejak 2009, ia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kawasan ini, mengabadikan wajah-wajah pemimpin bangsa dalam lukisan.
Berlokasi strategis di depan Blok M Square, lapak sederhana Diman menjadi galeri terbuka bagi para pejalan kaki. Karya-karyanya didominasi oleh potret tokoh-tokoh penting, mulai dari proklamator kemerdekaan hingga presiden Republik Indonesia.
Konsistensi di Tengah Keramaian
Suara bising kendaraan dan riuhnya lalu lalang pengunjung tidak mengganggu konsentrasi Diman. Dengan cekatan, ia mencampur warna di atas palet improvisasi, menciptakan gradasi yang memukau pada setiap lukisannya. Baginya, kebisingan adalah bagian dari atmosfer Blok M yang telah ia kenal baik.
"Dulu memang sulit fokus, tapi sekarang sudah terbiasa. Yang penting tetap bisa berkarya," ujarnya sambil terus menggoreskan kuas.
Sang Proklamator dan Para Penerusnya
Salah satu lukisan yang paling mencolok adalah potret Bung Karno. Diman mengaku telah melukis sosok sang proklamator sebanyak tiga kali. Selain Bung Karno, ia juga mengabadikan presiden-presiden lainnya, termasuk Prabowo Subianto. Lukisan Prabowo, menurutnya, sudah mencapai edisi ke-6, dengan berbagai pose dan atribut.
"Lukisan Pak Prabowo sebelumnya pernah dibeli oleh stafnya," ungkap Diman.
Selain kedua tokoh tersebut, Diman juga pernah melukis potret Gus Dur, Habibie, dan bahkan Bung Hatta. Ia berencana untuk melengkapi koleksinya dengan potret Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Dari Cat Mobil ke Kanvas
Sebelum menjadi pelukis jalanan, Diman sempat bekerja sebagai tukang cat mobil dan terlibat dalam proyek konstruksi. Namun, bakat seninya akhirnya membawanya ke dunia lukis. Ia mengaku otodidak dan mampu menggambar apa saja.
"Dari kecil sudah bisa melukis. Jadi, tidak ada yang sulit kalau disuruh menggambar," katanya.
Realisme Seniman Jalanan
Diman adalah potret seniman jalanan yang realistis. Ia tidak lagi berpegang pada idealisme tinggi, melainkan fokus pada permintaan pasar demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
"Yang penting bisa berkarya dan menghasilkan uang untuk anak istri," tuturnya.
Ia tidak berharap banyak dari pemerintah atau pihak lain. Baginya, bisa terus berkarya di Blok M dan diapresiasi oleh masyarakat sudah merupakan kebahagiaan tersendiri.
"Bisa dilihat orang yang lewat saja sudah bersyukur," pungkasnya.