Pelajar SMK di Malang Jadi Korban Kekerasan, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Kota Malang digegerkan dengan insiden kekerasan yang menimpa seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial A (16). Korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang akibat luka memar yang dideritanya.

Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan Andalas Tengah, Kecamatan Klojen, pada hari Rabu (28/05/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Budi, mengkonfirmasi kejadian tersebut setelah menerima laporan dari petugas keamanan. Menurutnya, korban segera dilarikan ke RSI Aisyiyah, namun detail kejadian masih belum diketahui secara pasti.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota bergerak cepat menangani kasus ini. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Malang Kota telah melakukan pendalaman, termasuk mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat. Kondisi korban yang masih lemah menjadi kendala utama dalam proses penyelidikan.

"Kami proaktif mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat untuk penyelidikan, mengingat kondisi korban yang masih lemah dan memerlukan perawatan intensif," ujar Ipda Yudi Risdiyanto, Kasi Humas Polresta Malang Kota.

Karena korban belum dapat dimintai keterangan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk warga sekitar dan individu yang menolong korban ke rumah sakit. Hasil sementara menunjukkan adanya dugaan kesalahpahaman yang berujung pada perkelahian. Korban dan pelaku diduga bertemu di tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelesaikan masalah. Namun, diskusi yang awalnya berjalan baik tiba-tiba berubah menjadi aksi kekerasan. Pelaku, bersama rekan-rekannya, memukuli korban dengan tangan kosong.

Akibat serangan tersebut, korban ditemukan warga dalam kondisi tak berdaya dengan luka-luka. Warga segera membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Polisi juga telah menyarankan agar korban dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk dilakukan visum dan CT Scan guna mengetahui secara pasti tingkat luka yang diderita.

Unit PPA Sat Reskrim Polresta Malang Kota juga berencana memeriksa ibu korban untuk melengkapi berkas penyelidikan. Pemeriksaan terhadap ibu korban dilakukan mengingat kondisi korban yang belum memungkinkan untuk memberikan keterangan. Hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi akan diinformasikan lebih lanjut setelah proses penyelidikan selesai.

Kasus ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Mereka berjanji akan mengusut tuntas kasus kekerasan ini dan menangkap para pelaku yang terlibat.

Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian secara lengkap. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor ke pihak berwajib.