Warga Puri Bintaro Indah Frustrasi Banjir Berulang: Penanggulangan Terkesan Sia-Sia

Banjir di Puri Bintaro Indah: Upaya Penanggulangan Dipertanyakan Warga

Keresahan mendalam dirasakan warga Perumahan Puri Bintaro Indah, Jombang, Tangerang Selatan, terkait masalah banjir yang seolah tak berkesudahan. Meskipun berbagai upaya penanggulangan telah dilakukan, termasuk pembangunan tanggul dan pemasangan pompa air, banjir tetap menjadi momok yang menghantui setiap kali hujan deras mengguyur.

Budi, seorang warga berusia 54 tahun, mengungkapkan kekecewaannya terhadap efektivitas proyek-proyek penanggulangan banjir yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Ia mempertanyakan hasil dari investasi besar yang telah digelontorkan untuk pembangunan tanggul, mengingat banjir masih terus terjadi dan merendam rumah-rumah warga. Menurutnya, penanganan masalah banjir ini terkesan setengah hati dan tidak menyentuh akar permasalahan.

"Kita enggak melihat ada hasilnya, toh. Lihat aja masih ada banjir," ujarnya dengan nada frustrasi.

Selain itu, Budi menyoroti kurangnya koordinasi antara pemerintah daerah dan warga, terutama pengurus RT setempat, dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek penanggulangan banjir. Ia berpendapat bahwa pembangunan tanggul yang ada saat ini terkesan tidak tuntas dan kurang memperhatikan kebutuhan infrastruktur secara menyeluruh, seperti perbaikan jalan yang rusak akibat banjir. Budi berharap pemerintah dapat menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan warga dalam menangani masalah banjir ini.

"Harapan kita supaya enggak banjir, itu pemerintah setempat berkolaborasi sama pengurus-pengurus warga RT sini supaya terjalin komunikasi," katanya.

Senada dengan Budi, Sri, warga lainnya, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengatakan bahwa meskipun sudah ada penampungan air dan mesin penyedot yang dipasang, banjir tetap saja merendam rumah-rumah warga. Sri merasa lelah dan frustrasi dengan kondisi ini, karena setiap kali banjir datang, ia harus bersusah payah membersihkan rumah dan mengamankan barang-barang berharga.

"Katanya tembok sudah ditinggikan, tapi enggak ngaruh. Harusnya kan enggak masuk (airnya). Kalau cuma di jalan enggak masalah, yang penting kendaraan masih bisa lewat. Tapi ini tetap aja masuk ke rumah," keluhnya.

Banjir terakhir yang melanda Puri Bintaro Indah pada Kamis malam menjadi puncak kekesalan warga. Air sempat mencapai ketinggian 120 cm dan merendam sejumlah rumah warga, menambah daftar panjang peristiwa serupa yang telah terjadi di kawasan tersebut. Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan yang lebih efektif dan komprehensif untuk mengatasi masalah banjir yang telah lama menghantui mereka.