Misteri Kematian Siswa SD di Makassar: Polisi Lakukan Autopsi Ungkap Dugaan Penganiayaan
Kematian seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial AF (15) di Makassar, Sulawesi Selatan, memicu penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian. AF diduga menjadi korban penganiayaan oleh teman-temannya. Guna mengungkap penyebab pasti kematian korban, Polrestabes Makassar berkoordinasi dengan Biddokkes Polda Sulsel untuk melakukan autopsi.
Kompol Zaki, Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Sulsel, menjelaskan bahwa autopsi dilakukan untuk mendapatkan bukti-bukti medis yang krusial. Meskipun kasus ini ditangani oleh Polrestabes Makassar, Ditreskrimum Polda Sulsel memberikan dukungan penuh mengingat atensi publik yang tinggi terhadap kasus ini.
"Polda memberikan backup karena kasus ini menjadi perhatian," ujar Kompol Zaki.
Keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Makassar, menduga adanya kejanggalan dalam kematian AF. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Sulsel diterjunkan untuk memonitor perkembangan penyelidikan.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan bahwa AF diduga menjadi korban pengeroyokan sepulang sekolah. Tante korban, Dasma, mengungkapkan bahwa AF sempat mengeluhkan luka-luka dan mengaku dipukuli oleh tiga orang temannya sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
"Saat di rumah sakit, saya bertanya siapa yang memukulnya. Dia menjawab 'teman', dan menunjukkan tiga jari," kata Dasma dengan nada sedih.
Berikut poin-poin penting yang sedang didalami pihak kepolisian:
- Identifikasi pelaku: Polisi masih berupaya mengidentifikasi secara pasti siapa saja yang terlibat dalam dugaan penganiayaan tersebut.
- Motif: Motif penganiayaan masih belum jelas dan menjadi fokus utama penyelidikan.
- Bukti-bukti: Pihak kepolisian mengumpulkan bukti-bukti, termasuk keterangan saksi dan hasil autopsi, untuk memperkuat proses penyidikan.
- Kondisi Korban: menggali informasi terkait kondisi korban sebelum kejadian dan riwayat kesehatannya.
Kasus ini masih dalam tahap awal penyelidikan. Polisi terus bekerja keras untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memastikan keadilan bagi korban.