Pengemudi Truk Diduga Kabur Usai Tabrak Pengendara Motor di Blitar, Ditemukan Linglung di Pinggir Jalan
Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Desa Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar pada Jumat (30/5/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Sebuah truk terlibat benturan keras dengan sepeda motor yang dikendarai oleh M Naufal, seorang pemuda berusia 20 tahun dari Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.
Akibat kecelakaan tersebut, M Naufal mengalami luka parah di bagian kepala dan dilaporkan tidak sadarkan diri. Diduga, truk melaju dengan kecepatan tinggi dan berusaha mendahului kendaraan lain sebelum menabrak korban. Usai kejadian, sopir truk yang diketahui berinisial S (45), warga Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Suratno menjelaskan, bahwa S terus memacu kendaraannya setelah menabrak korban. Aksi kejar-kejaran pun terjadi setelah beberapa pengendara motor lain berusaha mengejar dan menghentikan truk tersebut. Akhirnya, truk berhasil dihentikan di simpang empat Poluhan, sekitar 2,5 kilometer dari lokasi kecelakaan.
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera menghubungi pihak kepolisian. Namun, saat petugas Unit Gakkum tiba di lokasi tempat truk dihentikan, sopir truk sudah tidak berada di tempat. Petugas kemudian melakukan pencarian dan menemukan S berdiri di pinggir jalan, sekitar 1,5 kilometer dari lokasi truk diparkir. Diduga, S dalam kondisi linglung saat ditemukan petugas.
Polisi kemudian mengamankan S beserta truk yang dikemudikannya ke Mapolres Blitar Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk tersebut sedang dalam perjalanan kembali ke Malang setelah mengantarkan tebu ke sebuah pabrik gula di Kabupaten Kediri.
"S belum ditetapkan sebagai tersangka dan masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," ujar Ipda Suratno.
Sementara itu, M Naufal saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan belum sadarkan diri. Menurut Ipda Suratno, korban mengalami luka berat akibat benturan keras saat kecelakaan. Diduga truk melaju dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam saat kejadian.