DPR RI Mengecam Rencana Menhan Israel Mendirikan 'Negara Yahudi' di Tepi Barat
Kecaman DPR RI Terhadap Ambisi Israel Mendirikan 'Negara Yahudi' di Tepi Barat
Anggota Komisi I DPR RI, Rizki Natakusumah, menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang berambisi mendirikan 'negara Yahudi Israel' di wilayah pendudukan Tepi Barat. Rizki menilai pernyataan tersebut sebagai tindakan yang menunjukkan keputusasaan Israel di tengah meningkatnya dukungan internasional terhadap kemerdekaan Palestina.
"Kami melihat bahwa Menteri Pertahanan Israel tampak kehabisan akal dan semakin terpojok dengan gelombang aksesi banyak negara terhadap kedaulatan negara Palestina," ujar Rizki, menekankan bahwa klaim sepihak Israel tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Menurut Rizki, tindakan pendudukan ilegal yang dilakukan Israel secara nyata melanggar hak asasi manusia (HAM) masyarakat Palestina yang tinggal di wilayah tersebut. Ia mendesak pemerintah Indonesia untuk lebih aktif mempromosikan kemerdekaan Palestina di forum internasional dan mendukung penuh pelaksanaan Konferensi Internasional mengenai Solusi Dua Negara di bawah naungan PBB.
"Hal tersebut akan menjadi pukulan telak bagi Israel, dan diharapkan menjadi titik awal perdamaian bagi masyarakat Palestina yang selama ini sudah tersiksa dengan serangan Israel," tegasnya.
Pernyataan kontroversial Menhan Israel tersebut muncul sehari setelah pemerintah Israel mengumumkan rencana pembangunan 22 permukiman baru di wilayah Palestina yang diduduki. Tindakan ini semakin memperburuk situasi dan mendapat kecaman luas dari komunitas internasional.
Pelanggaran Hukum Internasional dan Respon Internasional
Permukiman Israel di Tepi Barat secara universal dipandang sebagai penghalang utama bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara konsisten mengecam permukiman tersebut sebagai ilegal berdasarkan hukum internasional.
Israel Katz sendiri menyatakan bahwa pembangunan 'negara Yahudi' adalah respon terhadap organisasi teroris yang berusaha merusak cengkeraman Israel di tanah tersebut. Ia juga menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang mendukung pengakuan negara Palestina, bahwa Israel akan terus membangun dan berkembang.
"Ini adalah tanggapan tegas terhadap organisasi teroris yang mencoba merusak dan melemahkan cengkeraman kami di tanah ini -- dan ini juga merupakan pesan yang jelas kepada (Presiden Prancis Emmanuel) Macron dan rekan-rekannya: mereka akan mengakui negara Palestina di atas kertas -- tetapi kami akan membangun negara Yahudi Israel di sini di atas tanah ini," kata Katz.
Katz menyampaikan pernyataan tersebut saat mengunjungi pos terdepan permukiman Sa-Nur di Tepi Barat utara. Permukiman Sa-Nur sebelumnya dievakuasi pada tahun 2005 sebagai bagian dari penarikan Israel dari Gaza.
Israel telah menduduki Tepi Barat sejak tahun 1967, sebuah tindakan yang terus menjadi sumber konflik dan ketegangan di wilayah tersebut.