Sumitro Institute Diluncurkan: Upaya Pelestarian Warisan Pemikiran Sang Ekonom
Peluncuran Sumitro Institute: Mengenang dan Melanjutkan Pemikiran Sumitro Djojohadikusumo
Di Taman Sriwedari, Cibubur, Depok, Jawa Barat, sebuah inisiatif penting telah dimulai. Para murid Sumitro Djojohadikusumo, tokoh ekonomi terkemuka Indonesia, meluncurkan Sumitro Institute. Acara soft launching yang berlangsung meriah ini dipimpin oleh Wakil Menteri Perumahan, Fahri Hamzah, seorang alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI).
Fahri Hamzah menjelaskan bahwa Sumitro Institute didirikan sebagai wadah untuk menggali, melestarikan, dan menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Sumitro bukan hanya seorang ekonom, tetapi juga seorang pendidik, pejuang ekonomi, dan tokoh pergerakan yang memiliki visi besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Pemikiran-pemikiran tersebut akan dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk buku, catatan, dan rekaman video, untuk kemudian dipelajari dan disebarluaskan melalui institut ini.
Inisiatif ini didasari oleh keyakinan bahwa pemikiran Sumitro Djojohadikusumo masih relevan dan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi Indonesia saat ini dan di masa depan. Sebagai Dekan Pertama FEUI, Sumitro telah meletakkan dasar bagi pendidikan ekonomi modern di Indonesia. Kontribusinya dalam merumuskan kebijakan ekonomi, khususnya melalui sistem ekonomi Gerakan Benteng, telah memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Fahri Hamzah juga menyoroti bahwa Presiden Prabowo Subianto, putra dari Sumitro Djojohadikusumo, mewarisi dan menerapkan banyak pemikiran ekonomi dari ayahnya. Presiden Prabowo tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kaya akan tradisi ekonomi, sehingga pemahaman dan visinya tentang pembangunan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Sumitro.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang juga hadir dalam acara peluncuran, menyampaikan harapannya agar Sumitro Institute dapat menjadi wadah intelektual bagi para ekonom dan pemikir. Ia berharap institut ini dapat menghasilkan ide-ide inovatif dan solusi-solusi strategis untuk mendukung pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, Sumitro Institute berpotensi menjadi think tank yang penting bagi kemajuan ekonomi Indonesia.
Sumitro Djojohadikusumo adalah figur sentral dalam sejarah ekonomi Indonesia. Selain menjabat sebagai Dekan FEUI, ia juga pernah menduduki berbagai posisi penting dalam pemerintahan, termasuk Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Keuangan, dan Menteri Riset. Jasa-jasanya dalam membangun ekonomi Indonesia telah diakui melalui berbagai penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri, seperti:
- Bintang Mahaputra Adipradana II
- Panglima Mangku Negara Kerajaan Malaysia
- Grand Cross of Most Exalted Order of the White Elephant First Class dari Kerajaan Thailand
- Grand Cross of the Crown dari Kerajaan Belgia
- Penghargaan dari Republik Tunisia dan Prancis
Kehadiran Sumitro Institute diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk menggali kembali warisan pemikiran Sumitro Djojohadikusumo dan mengaplikasikannya dalam menjawab tantangan-tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini.