Ayah Pengemudi BMW Angkat Bicara Terkait Kecelakaan Maut di Sleman, Bantah Tudingan Transfer Dana ke Keluarga Korban

Klarifikasi Ayah Tersangka Kecelakaan Maut di Sleman: Bantah Tudingan Suap dan Ungkap Kondisi Putranya

Setia Budi Tarigan, ayah dari Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan (21), mahasiswa FEB UGM yang terlibat dalam kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Argo Ericko Achfandi (19), akhirnya memberikan pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, Setia Budi menyampaikan permohonan maaf mendalam atas insiden tersebut dan membantah keras tudingan yang beredar luas terkait pemberian sejumlah uang kepada keluarga korban.

Dalam video yang dirilis, Setia Budi menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga Argo. "Dari lubuk hati yang paling dalam, izinkan kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada Ibu Melina dan keluarga yang telah kehilangan ananda Argo. Sungguh kami tidak mengharapkan sama sekali kejadian ini," ujarnya dengan nada pilu. Dia menjelaskan bahwa keterlambatan memberikan pernyataan disebabkan oleh rasa hormat terhadap keluarga korban yang tengah berduka dan fokus pada pendampingan putranya yang masih mengalami trauma.

Setia Budi menepis isu yang menyebutkan adanya transfer dana kepada keluarga Argo. Dia menegaskan bahwa komunikasi dengan keluarga korban hanya sebatas pengurusan jenazah hingga proses pemakaman. "Saya melihat dan mendengar banyak sekali berita tidak benar beredar di sosial media. Menghujat saya dan anak saya, yang antara lain mengatakan kami membayar dengan jumlah nilai tertentu kepada keluarga almarhum Argo. Informasi itu tidak benar," tegasnya.

Kronologi dan Kondisi Pengemudi

Setia Budi kemudian menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan informasi yang diterimanya dari sang putra. Ia mengaku menerima telepon dari Christiano pada dini hari, Sabtu 24 Mei 2025, yang mengabarkan tentang kecelakaan tersebut. Setia Budi segera bertolak ke Yogyakarta dan langsung menuju Polresta Sleman untuk menemui putranya. Setelah itu, ia melayat ke RS Bhayangkara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Argo dan menyampaikan belasungkawa langsung kepada ibunda korban, Ibu Meiliana, melalui perantara penjaga kos Argo.

Dia menambahkan bahwa pihak keluarga telah mengirimkan perwakilan untuk membantu pengurusan jenazah hingga pemakaman di Cilodong, Depok. Setia Budi juga menuturkan bahwa saat kejadian, Christiano berteriak meminta pertolongan warga sekitar untuk menolong Argo dan tetap berada di lokasi kejadian hingga aparat kepolisian datang.

Setia Budi menegaskan bahwa putranya tidak dalam pengaruh alkohol, obat-obatan terlarang, ataupun narkotika saat mengemudi. Hasil tes urine menunjukkan hasil negatif. Ia menduga bahwa kondisi yang serba mendadak menjadi penyebab terjadinya kecelakaan tragis tersebut. Setia Budi juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang dirugikan atas kegaduhan yang terjadi akibat peristiwa ini.

Komitmen pada Proses Hukum

Sebagai warga negara yang taat hukum, Setia Budi menyatakan komitmennya untuk mengikuti proses hukum yang berlaku. Ia dan istrinya telah mendampingi Christiano sejak awal pemeriksaan di Polresta Sleman tanpa menggunakan jasa pengacara. Ia juga memohon kepada masyarakat luas untuk bersabar mengikuti proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat terkait untuk penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.

Poin-poin penting dalam pernyataan Setia Budi Tarigan:

  • Permohonan maaf kepada keluarga korban.
  • Bantahan terhadap tudingan pemberian uang kepada keluarga korban.
  • Penjelasan kronologi kejadian.
  • Penegasan bahwa putranya tidak dalam pengaruh alkohol atau narkoba.
  • Komitmen untuk mengikuti proses hukum yang berlaku.