BGN Optimalkan Pengawasan Anggaran Program Makanan Bergizi Gratis Guna Cegah Korupsi

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah proaktif untuk mengamankan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari praktik korupsi. Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan kekhawatiran publik mengenai potensi penyelewengan anggaran dalam program tersebut.

"Ada kekhawatiran besar dari masyarakat terkait korupsi atau penyalahgunaan anggaran dalam program ini," ujar Dadan, seperti dikutip dari kanal Youtube BGN.

Guna mengatasi kekhawatiran ini, BGN telah menghapus sistem reimbursement dalam mekanisme pembiayaan program MBG sejak Mei 2025. Sistem sebelumnya memungkinkan mitra program menggunakan dana sendiri terlebih dahulu, yang kemudian diganti dalam waktu 10-15 hari. Dadan menilai sistem ini berpotensi menimbulkan praktik penentuan harga sepihak dan pemaksaan pembelian oleh mitra.

"Karena uang mitra yang digunakan terlebih dahulu, ada penilaian bahwa mitra dapat semena-mena menentukan harga dan mendikte pembelian. BGN tidak ingin hal ini terjadi," tegasnya.

Dengan sistem yang baru, pencairan dana hanya dapat dilakukan jika virtual account telah tersedia dan uang muka untuk 10 hari kegiatan telah dikirim langsung oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Dadan menjelaskan:

"Saat ini, satu SPPG (Surat Permintaan Pembayaran) hanya bisa berjalan jika virtual account-nya sudah ada, dan uang muka untuk 10 hari sudah dikirim oleh KPPN ke virtual account. Jadi, mereka menjalankan kegiatan dengan menggunakan uang BGN."

Sistem ini diharapkan dapat memperkecil potensi korupsi dan penyalahgunaan anggaran, karena pengawasan dapat dilakukan secara ketat sejak awal. Pengelolaan anggaran dilakukan melalui unit pelayanan terkecil, dan seluruh transaksi tercatat dalam virtual account yang dikontrol oleh dua orang.

Setiap belanja juga harus disertai referensi harga pasar, sehingga upaya mark-up harga atau pemotongan anggaran oleh oknum akan mudah dideteksi. Dadan menambahkan bahwa sistem ini juga menutup peluang bagi pihak-pihak tertentu untuk meminta 'jatah' dari anggaran yang dikelola.

"Dengan virtual account, semua pembelian dapat dipantau dari pusat. Peluang untuk melakukan penyimpangan anggaran sangat kecil karena biaya bahan baku dan operasional mengikuti sistem add cost berdasarkan harga pasar, sedangkan komponen biaya tetap hanyalah insentif," paparnya.

Berikut adalah poin-poin penting dari perubahan sistem pengelolaan anggaran Program Makanan Bergizi Gratis:

  • Penghapusan Sistem Reimbursement: Tidak lagi menggunakan dana mitra di awal, melainkan langsung dari BGN.
  • Penggunaan Virtual Account: Setiap transaksi tercatat dan dapat dipantau secara real-time.
  • Referensi Harga Pasar: Setiap belanja harus sesuai dengan harga pasar untuk mencegah mark-up.
  • Pengawasan Ketat: Pengelolaan anggaran dilakukan oleh unit terkecil dan diawasi oleh dua orang.

Dengan langkah-langkah ini, BGN berupaya mewujudkan program MBG yang transparan dan akuntabel, serta memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar digunakan untuk meningkatkan gizi masyarakat.