Wonosobo Siapkan Sekolah Rakyat Gratis, Upaya Entaskan Kemiskinan Melalui Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Wonosobo tengah mempersiapkan implementasi program Sekolah Rakyat yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2025. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan melalui penyediaan akses pendidikan inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang telah diverifikasi kelayakannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menjadi lokasi sementara bagi kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah di wilayahnya yang terpaksa putus sekolah karena kendala ekonomi. Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap mengenyam pendidikan.
"Mulai tahun 2025, kami tidak ingin mendengar ada anak-anak di Wonosobo yang tidak bisa sekolah karena masalah biaya," ujar Afif, Senin (2/6/2025).
Pada tahun ajaran mendatang, Sekolah Rakyat direncanakan akan menerima 100 siswa tingkat SMA yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Program ini juga selaras dengan program wajib belajar 12 tahun yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Afif meyakini bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi fondasi penting dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Wonosobo.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsos PMD) Wonosobo, Harti, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat pada tahap awal akan dibagi menjadi empat rombongan belajar (rombel), masing-masing terdiri dari 25 siswa. Proses belajar mengajar akan didukung oleh 22 tenaga pengajar yang kompeten. Selain itu, fasilitas asrama juga telah disiapkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi para siswa.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga telah merencanakan pembangunan kompleks Sekolah Rakyat permanen yang akan dibangun di atas lahan seluas 8 hektare. Kompleks ini nantinya akan menaungi jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA, sehingga keberlanjutan program ini dapat terjamin. Harti menambahkan bahwa Sekolah Rakyat adalah jawaban bagi masyarakat kurang mampu yang menginginkan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang layak tanpa harus terbebani oleh masalah finansial.
Fasilitas yang disediakan Sekolah Rakyat:
- Gedung Sekolah Sementara yang Layak
- Asrama Siswa
- Tenaga Pengajar Kompeten
- Rencana Pembangunan Sekolah Permanen
Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi model pendidikan inklusif yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia. Dengan memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak bangsa, diharapkan dapat tercipta generasi penerus yang berkualitas dan mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.