Tragedi Longsor Tambang Gunung Kuda: Tim SAR Temukan Dua Jenazah, Korban Meninggal Mencapai 21 Jiwa

Tim SAR gabungan terus berupaya mencari korban yang tertimbun longsor di area tambang Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pada hari keempat operasi pencarian, tim berhasil menemukan dua jenazah, meningkatkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ini menjadi 21 orang.

Proses evakuasi berlangsung dengan tantangan yang signifikan. Jenazah pertama ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB. Kondisi jenazah yang sulit dikenali membuat identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) tidak memungkinkan. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Arjawinangun untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.

Setelah pemeriksaan intensif, Tim DVI berhasil mengidentifikasi jenazah pertama sebagai Sudiono, seorang pria berusia 51 tahun, warga Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Kondisi jenazah kedua juga mempersulit proses identifikasi di lokasi kejadian. Sama seperti jenazah pertama, jenazah kedua juga dibawa ke RSUD Arjawinangun untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol INF Mukhammad Yusron, menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dibawa ke RSUD Arjawinangun untuk diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jabar. Yusron menambahkan bahwa proses identifikasi awal terkendala karena kondisi sidik jari korban yang sudah rusak. Namun, berkat kerja keras tim DVI, identitas salah satu korban berhasil diungkap.

Selain upaya pencarian korban, tim SAR juga terus memantau potensi longsor susulan. Alat bantu berupa total station dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) digunakan untuk mendeteksi pergerakan tanah dan mengantisipasi terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan tim SAR dan warga sekitar.

Dalam operasi pencarian hari keempat, tim SAR juga mengerahkan tiga anjing pelacak dari unit Satwa Dir Samapta Polda Jawa Barat. Anjing-anjing pelacak ini disebar ke berbagai titik di area longsor dan berhasil menemukan beberapa titik potensial yang kemudian ditandai untuk proses pengerukan.