Infrastruktur Memprihatinkan di Krayan Selatan: Warga Gotong Royong Tandu Jenazah Sejauh 6 Kilometer
Krayan Selatan, Nunukan – Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan di Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memaksa warga untuk menandu jenazah seorang pendeta sejauh lebih dari 6 kilometer. Aksi gotong royong ini dilakukan karena akses jalan yang rusak parah, menghalangi kendaraan untuk mencapai lokasi. Peristiwa ini menjadi ironi di tengah kebutuhan mendesak akan perbaikan infrastruktur di wilayah perbatasan.
Oktavianus Ramli, Camat Krayan Selatan, mengkonfirmasi kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa kondisi jalan yang hancur menjadi penyebab utama sulitnya evakuasi jenazah menggunakan kendaraan. Jalan provinsi yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan aksesibilitas, kini berubah menjadi penghalang yang menyulitkan aktivitas sehari-hari warga.
Ketidakmampuan ambulans atau kendaraan roda empat lainnya untuk mencapai lokasi memaksa warga untuk mengambil inisiatif dengan menandu peti jenazah. Perjalanan sejauh lebih dari 6 kilometer tersebut dilakukan dengan berjalan kaki, melintasi jalan berlumpur dan berlubang. Kondisi ini tentu sangat berat dan memakan waktu, terlebih dalam suasana duka.
Rusaknya infrastruktur di Krayan Selatan bukan hanya berdampak pada evakuasi jenazah, tetapi juga menghambat berbagai aspek kehidupan masyarakat. Akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi menjadi sangat terbatas. Masyarakat kesulitan untuk membawa hasil bumi ke pasar, mendapatkan pasokan barang kebutuhan pokok, dan mengakses layanan publik lainnya.
Kondisi ini diperparah dengan terputusnya akses udara akibat kerusakan landasan pacu bandara. Dengan demikian, Krayan Selatan praktis terisolasi dari dunia luar, hanya mengandalkan akses darat yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Peristiwa ini menjadi viral di media sosial, memicu keprihatinan dan desakan dari berbagai pihak agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki infrastruktur di Krayan Selatan. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di wilayah perbatasan.
Oktavianus Ramli menambahkan, insiden ini adalah cerminan dari kesulitan yang dihadapi masyarakat Krayan Selatan setiap hari. Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat segera merespon dengan memperbaiki akses di Krayan Selatan.