Jawa Tengah Siap Operasikan Lima Sekolah Rakyat pada Juli 2025 Guna Mendukung Program Nasional

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengumumkan kesiapan pengoperasian lima Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat ini melibatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta mereka yang berpotensi putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan.

"Penyiapan sarana Sekolah Rakyat ini merupakan implementasi program pemerintah pusat. Masing-masing kabupaten telah mengajukan lokasi, dan proses verifikasi telah selesai dilakukan," ujar Gubernur Luthfi saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf di Wonosobo, Minggu (1/6/2025).

Adapun lima lokasi di Jawa Tengah yang telah menyelesaikan proses kontrak dan siap untuk tahap renovasi serta operasional adalah:

  • Sentra Terpadu Kartini Temanggung
  • Sentra Terpadu Prof. Soeharso Solo
  • Sentra Satria Baturaden
  • Sentra Antasena Magelang
  • Sentra Margo Laras Pati

"Lima titik ini termasuk dalam 63 lokasi di seluruh Indonesia yang siap untuk melanjutkan proses renovasi hingga operasional penuh pada Juli mendatang," imbuh Gubernur Luthfi dalam keterangan resminya, Senin (2/6/2025).

Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, anak-anak dengan risiko putus sekolah, serta mereka yang saat ini tidak melanjutkan pendidikan formal. Setiap kementerian, termasuk pemerintah daerah, memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan melalui Instruksi Presiden (Inpres).

Berdasarkan data dari Kementerian Sosial, total 100 titik Sekolah Rakyat direncanakan akan dibangun di seluruh Indonesia pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 63 titik telah memasuki tahap kontrak. Lokasi-lokasi yang siap operasional ini akan menampung sebanyak 247 rombongan belajar (rombel) dengan total kapasitas 6.105 siswa. Sementara itu, 37 titik lainnya masih dalam tahap survei dan renovasi yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.