Harapan Baru di Depeha: Sentuhan TMMD Ubah Kehidupan Kandia dan Warga
Program TMMD Mengubah Kehidupan Warga Desa Depeha
Di tengah terik matahari yang menyengat, semangat gotong royong terpancar dari Desa Depeha, Buleleng, Bali. Gede Kandia, seorang pria berusia 54 tahun, tak henti-hentinya mengucap syukur seraya menyaksikan rumah impiannya perlahan terwujud. Kisah Kandia adalah cerminan dari perjuangan panjang warga desa yang mendambakan kehidupan yang lebih baik. Puluhan tahun hidup berpindah-pindah dan bekerja serabutan dengan upah minim, mimpi memiliki rumah layak huni tampak begitu jauh.
Titik terang itu muncul melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 yang diinisiasi oleh Kodim 1609/Buleleng. Kandia, yang selama ini hanya memiliki gubuk kecil di kebun mangganya, tak menyangka rumahnya terpilih untuk direnovasi. Bantuan ini bukan sekadar membangun dinding dan atap, tetapi juga mengakhiri perjalanan panjangnya mencari tempat tinggal.
Sentuhan TMMD
Program TMMD tak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek non-fisik yang krusial bagi kemajuan desa. Pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 1,2 kilometer yang menghubungkan Desa Depeha dengan Desa Bukti menjadi urat nadi baru bagi perekonomian warga. Jalan yang dulunya sempit dan terjal, kini menjadi akses yang mempermudah pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan.
Nyoman Redika, seorang petani berusia 69 tahun, merasakan betul manfaat jalan baru ini. Dulu, ia kesulitan mengangkut hasil panennya ke pasar. Kini, dengan jalan yang lebih lebar dan nyaman, ia bisa menghemat waktu dan tenaga. Hal senada diungkapkan Gede Tunjung Sutra Adnyana, Kepala Dusun Seganti. Ia mengatakan bahwa program TMMD memberikan dampak positif yang besar bagi warganya, terutama dalam hal aksesibilitas.
Selain jalan, TMMD juga membangun bak reservoir dan jaringan pipa sepanjang 2 kilometer untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Desa Depeha yang berada di wilayah perbukitan selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan adanya reservoir, warga kini memiliki sumber air yang lebih terjamin untuk kebutuhan sehari-hari dan irigasi pertanian.
Kegiatan Non-Fisik TMMD
Tak hanya pembangunan fisik, TMMD juga menggelar berbagai kegiatan non-fisik seperti pelatihan dan penyuluhan. Para ahli di bidangnya didatangkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada warga. Pelatihan ini diharapkan dapat memberdayakan warga dan meningkatkan daya saing mereka di era ekonomi yang semakin kompetitif.
Program TMMD juga diwarnai dengan kegiatan humanis yang mempererat hubungan antara TNI dan rakyat. Pembagian sembako, penanaman bibit pohon mangga, kerja bakti membersihkan sungai dan pasar, serta menginapnya personel TNI di rumah-rumah warga menjadi momen kebersamaan yang tak terlupakan.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengapresiasi program TMMD yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan program-program infrastruktur dan non-infrastruktur. Ia berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan infrastruktur yang telah dibangun oleh TNI.
Komandan Resimen 163/Wira Satya, Brigadir Jenderal TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, mengatakan bahwa pemilihan Desa Depeha sebagai lokasi TMMD didasarkan pada hasil kajian yang menunjukkan kebutuhan mendesak akan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap, dengan adanya TMMD, ekonomi masyarakat Desa Depeha akan semakin meningkat.
Program TMMD ke-124 melibatkan 200 prajurit TNI yang berbaur dengan masyarakat untuk melakukan pekerjaan fisik maupun non-fisik. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, serta komitmen TNI untuk peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.
Rangkuman Kegiatan TMMD:
- Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.
- Pembangunan fasilitas sanitasi dan air bersih.
- Pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan warga.
- Kegiatan sosial dan kemanusiaan.
- Peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Kisah Kandia dan Desa Depeha adalah bukti nyata bahwa dengan semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI-rakyat, mimpi akan kehidupan yang lebih baik dapat terwujud.