Detik-Detik Dramatis: Sopir Truk Selamat dari Maut Longsor Tambang Cirebon Usai Terkubur Setengah Jam
Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat, menjadi saksi bisu tragedi longsor yang menimpa sebuah tambang galian C pada Jumat, 30 Mei 2025. Di antara hiruk pikuk upaya penyelamatan, terselip kisah heroik Taryana, seorang sopir dump truck yang berhasil selamat dari maut setelah terkubur material longsor selama 30 menit yang mencekam.
Sebagai pengemudi dump truck, Taryana sehari-hari bertugas mengangkut hasil tambang di lokasi tersebut. Pada hari nahas itu, saat sedang memuat material ke dalam truknya, tiba-tiba longsor terjadi. Reaksi spontan Taryana adalah berlari menuju truknya, dengan harapan bisa menyelamatkan diri dan kendaraannya.
Nahas, gelombang longsor datang terlalu cepat. Dalam hitungan detik, material longsor sudah menimbun truk beserta Taryana di dalamnya. Terjebak di ruang sempit kabin truk yang dipenuhi tanah dan bebatuan, Taryana tidak menyerah. Dengan sisa tenaga dan harapan yang membara, ia meraih telepon genggamnya dan menghubungi teman-temannya.
"Saya di dalam mobil, masuk lari ke dalam mobil. Tertimbunnya selama 30 menit saya nelpon temen, 'saya masih hidup, tolong dibantu, saya kejepit' di dalam mobil," ungkap Taryana, menggambarkan situasi panik yang dialaminya. Pikirannya kalut, antara menyelamatkan diri dan memikirkan cicilan truk yang belum lunas. "Lagi muat, baru tiga bucket, kan kalau udah penuh baru jalan. Keliatan ada longsor, saya lari masuk ke dalam (mobil). Saya ingetnya mobil kredit mau nyelamatin. Taunya enggak nyampe," lanjutnya.
Untungnya, panggilan Taryana sampai ke telinga teman-temannya. Mereka segera bergegas menuju lokasi dan berusaha keras menggali timbunan longsor untuk mengeluarkan Taryana. Upaya penyelamatan tidak mudah. Mereka menggunakan dongkrak dan pipa besi secara manual untuk membengkokkan setir truk yang menghimpit Taryana. Setelah perjuangan yang melelahkan, akhirnya Taryana berhasil ditarik keluar dari reruntuhan truk.
Meski selamat, Taryana tidak luput dari luka-luka. Ia mengalami luka di jari tangan, lengan, dan kepala. Namun, rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa syukur karena masih diberi kesempatan hidup. "Luka lengan, jari. Ya Alhamdulillah (bisa selamat)," ujarnya dengan nada lega.
Kini, truk yang dikemudikan Taryana masih tertimbun di bawah longsoran tanah. Sementara itu, proses evakuasi korban longsor terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Senin malam, 2 Juni 2025, total 21 jenazah telah ditemukan. Petugas masih terus mencari empat orang yang dilaporkan hilang.