Kontroversi dan Penghargaan: Film 'The Seed of the Sacred Fig' dari Balik Jeruji Besi Menuju Oscar
Kisah perjuangan dan kreativitas di tengah tekanan politik menjadi sorotan utama dalam film "The Seed of the Sacred Fig", karya sineas Iran, Mohammad Rasoulof. Film ini, yang kini menjadi kandidat kuat peraih penghargaan di ajang Oscar, lahir dari kondisi yang sangat tidak ideal, bahkan mengancam jiwa sang sutradara.
Rasoulof, yang sebelumnya telah merasakan dinginnya jeruji besi akibat aktivitas protesnya terhadap pemerintah Iran, memilih medium film sebagai bentuk perlawanan yang baru. Sadar akan risiko yang dihadapi, proses produksi "The Seed of the Sacred Fig" dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil. Pemerintah Iran akhirnya menangkap Rasoulof dan menjatuhkan hukuman penjara selama delapan tahun. Dihadapkan pada pilihan antara mendekam di penjara atau meninggalkan tanah airnya, Rasoulof memilih opsi kedua.
Setelah meninggalkan Iran, Rasoulof melanjutkan proses penyuntingan filmnya di Eropa, tepatnya di Jerman. "The Seed of the Sacred Fig" kemudian didaftarkan sebagai perwakilan Jerman di ajang Oscar. Penayangan perdana film ini di Festival Film Cannes mendapat sambutan meriah, dengan banyak kritikus memberikan ulasan positif dan memprediksi film ini sebagai calon kuat pemenang kategori Best International Feature.
"The Seed of the Sacred Fig" sendiri, meskipun bergenre fiksi, terinspirasi dari peristiwa nyata yang terjadi di Iran pada tahun 2022. Film ini mengangkat isu sensitif tentang kematian seorang wanita misterius yang terlibat dalam aksi demonstrasi dan mengkritik pemerintah. Kematiannya, yang terjadi di jalanan, tidak mendapatkan keadilan yang semestinya.
Dari kejadian tersebut, Rasoulof menciptakan karakter Iman, seorang pengacara yang diberi hak untuk membawa senjata api demi melindungi diri. Namun, Iman mulai merasa resah dengan pekerjaannya, terutama karena posisinya memberinya wewenang untuk menjatuhkan perintah eksekusi, tanpa memandang kesalahan atau tidaknya seseorang.
Konflik semakin meruncing ketika Iman tidak diizinkan untuk berbagi informasi tentang pekerjaannya dengan istrinya, Najmeh, yang membesarkan kedua anak remaja mereka, Rezvan dan Sana. Situasi mencapai titik kritis ketika Iman menyadari bahwa senjatanya hilang. Kehilangan ini memicu serangkaian kecurigaan dan paranoia dalam diri Iman, bahkan terhadap keluarganya sendiri, yang seharusnya menjadi tempat berlindung yang paling aman. Ia mulai menuduh istri dan anak-anaknya bersekongkol untuk mencelakainya. Kecurigaannya semakin menjadi-jadi ketika ia melihat ketertarikan putrinya pada gerakan revolusioner.
"The Seed of the Sacred Fig" secara mendalam mengeksplorasi bagaimana sistem pemerintahan di Iran dapat memecah belah sebuah keluarga. Film ini menyoroti bagaimana ketakutan dan paranoia dapat mendorong seseorang untuk bertindak irasional. Iman, yang terbiasa diawasi oleh pemerintah, menyadari bahwa kesalahan sekecil apapun dapat berakibat fatal. Hilangnya senjata yang terdaftar atas namanya dapat menyeretnya ke dalam masalah besar, terutama jika senjata tersebut digunakan dalam tindak kejahatan. Situasi diperburuk dengan kecurigaannya bahwa ada pejabat pemerintah yang mengincar posisinya.
Selain takut pada kekuatan rezim otoriter, Iman juga merasa terancam menjadi sasaran amarah para demonstran jika identitasnya sebagai pengacara terungkap. Film ini menggambarkan dilema moral dan psikologis yang dihadapi seseorang yang terjebak di antara dua kekuatan yang saling bertentangan.