Interaksi Megawati dan Gibran di Hari Lahir Pancasila: Kedekatan Protokoler atau Lebih?
Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik, terutama interaksi antara Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Meskipun keduanya terlihat berbincang dan bercanda, PDI-P memberikan klarifikasi mengenai makna di balik interaksi tersebut.
Guntur Romli, seorang politikus PDI-P, menjelaskan bahwa pertemuan Megawati dan Gibran adalah hal yang wajar dalam konteks protokoler kenegaraan. Sebagai Wakil Presiden, Gibran secara protokoler memang berada dalam satu ruangan dengan Megawati sebelum upacara dimulai. Namun, Guntur menegaskan bahwa kedekatan Megawati dengan Gibran tidaklah seakrab seperti dengan Presiden Prabowo Subianto atau Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno yang juga hadir dalam acara tersebut.
Menurut Guntur, Megawati menunjukkan kedekatan yang lebih erat dengan Prabowo dan Try Sutrisno. Hal ini menjadi penanda bahwa interaksi Megawati dan Gibran lebih bersifat formalitas protokoler, bukan kedekatan emosional. Guntur juga mengingatkan bahwa secara organisatoris, Gibran dan ayahnya, Presiden Joko Widodo, telah dipecat dari PDI-P. Meskipun demikian, Megawati tidak ingin membawa masalah internal partai ke dalam acara kenegaraan.
Sebelumnya, Ketua MPR Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa Gibran sempat menanyakan kabar kesehatan Megawati dan bercanda bersama sejumlah pejabat lain di ruang tunggu sebelum upacara dimulai. Muzani menggambarkan suasana di ruangan tersebut cukup ramai dengan kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Megawati, Prabowo Subianto, Try Sutrisno, dan Jusuf Kalla. Posisi duduk Gibran pun berhadapan langsung dengan Megawati.
Klarifikasi dari PDI-P ini memberikan perspektif yang berbeda mengenai interaksi Megawati dan Gibran. Meskipun keduanya terlihat berinteraksi, PDI-P menekankan bahwa hal tersebut lebih merupakan bagian dari protokoler kenegaraan dan tidak mencerminkan kedekatan khusus. Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi PDI-P terhadap Gibran dan Jokowi yang telah dipecat dari partai.
Berikut adalah poin-poin penting yang terungkap:
- Interaksi Megawati dan Gibran terjadi dalam momen peringatan Hari Lahir Pancasila.
- PDI-P menyatakan interaksi tersebut lebih bersifat protokoler.
- Megawati dinilai lebih dekat dengan Prabowo Subianto dan Try Sutrisno.
- Gibran dan Jokowi telah dipecat dari PDI-P.
- Gibran sempat menanyakan kabar kesehatan Megawati.
- Suasana di ruang tunggu sebelum upacara berlangsung ramai dengan kehadiran tokoh-tokoh penting.