Efektivitas Bursa Kerja Dipertanyakan, Tren Global Beralih ke Platform Digital

Penyelenggaraan bursa kerja atau job fair menuai sorotan terkait efektivitasnya dalam menjembatani pencari kerja dengan perusahaan. Kritik muncul seiring viralnya video seorang praktisi HRD yang menganggap job fair sekadar formalitas untuk memenuhi target kinerja. Di tengah perdebatan ini, muncul pandangan bahwa model bursa kerja konvensional mulai ditinggalkan di berbagai negara.

Menurut pengamat dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, negara-negara maju dan berkembang telah beralih dari penyelenggaraan job fair berskala besar. Negara-negara di Asia Selatan, Amerika Latin, Afrika, hingga Eropa, tidak lagi mengandalkan format job fair tradisional yang mengumpulkan banyak orang di satu lokasi. Pergeseran ini terjadi seiring dengan perkembangan pasar tenaga kerja yang lebih terstruktur dan efisien.

Askar berpendapat, pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan untuk meninggalkan model job fair konvensional yang dinilai kurang efektif. Sebagai gantinya, pemerintah didorong untuk mengoptimalkan peran platform pencarian kerja swasta seperti Jobstreet dan LinkedIn, yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Selain itu, pemerintah juga perlu memaksimalkan platform digital yang dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan.

Senada dengan Askar, Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, menyoroti keberadaan portal SIAPkerja yang dimiliki pemerintah. Portal ini seharusnya menjadi wadah bagi pencari kerja untuk menunjukkan kompetensi mereka kepada calon работодатели. Namun, Huda mempertanyakan efektivitas implementasi portal SIAPkerja, termasuk kepatuhan pencari kerja dalam mendaftar dan memanfaatkan platform tersebut. Optimasi portal SIAPkerja diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses rekrutmen dan mempermudah pencari kerja mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.

Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Efektivitas Job Fair: Bursa kerja konvensional dinilai kurang efektif dalam menyerap tenaga kerja.
  • Tren Global: Negara-negara maju dan berkembang mulai meninggalkan job fair berskala besar.
  • Peran Platform Digital: Pemerintah perlu mengoptimalkan platform pencarian kerja swasta dan platform digital Kemnaker.
  • Portal SIAPkerja: Pemerintah perlu memastikan implementasi portal SIAPkerja berjalan efektif.

Pergeseran paradigma dari job fair konvensional menuju platform digital mencerminkan adaptasi terhadap perubahan dinamika pasar tenaga kerja. Pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk memastikan pencari kerja dan perusahaan dapat terhubung secara efisien dan efektif di era digital ini.