Jelang Lebaran 2025: 146 Juta Pemudik Diperkirakan Meninggalkan Kota, Pemerintah Siapkan Strategi Keamanan dan Transportasi

Jelang Lebaran 2025: Pemerintah Antisipasi Lonjakan Pemudik

Pemerintah tengah bersiap menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2025 yang diperkirakan mencapai 146,48 juta orang. Angka ini disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pasca rapat koordinasi lintas sektoral terkait kesiapan Operasi Ketupat 2025. Menhub menjelaskan prediksi tersebut berdasarkan hasil survei bersama kementerian/lembaga terkait. Kendaraan pribadi diprediksi menjadi moda transportasi terpopuler, dengan persentase mencapai 23% dari total pemudik. Sementara itu, Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi tujuan utama para pemudik, sementara Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi daerah asal terbanyak.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik. Menhub menekankan kesiapan sarana transportasi darat, laut, dan udara. Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah juga menjadi prioritas, khususnya dalam mengantisipasi potensi masalah seperti pasar tumpah dan jalur kereta api yang rawan kemacetan. Kerjasama dengan kepolisian untuk pengamanan jalur mudik juga menjadi fokus utama dalam penanganan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Puncak Arus Mudik dan Balik: Antisipasi Kepolisian

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 28 hingga 30 Maret 2025. Operasi Ketupat 2025 akan digelar dengan durasi yang disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah. Wilayah Lampung hingga Bali akan menerapkan operasi selama 17 hari, sementara wilayah lain akan menerapkannya selama 14 hari, dimulai pada tanggal 23 Maret untuk 8 Polda dan 26 Maret untuk 28 Polda lainnya.

Polri juga telah memperkirakan puncak arus balik Lebaran 2025 akan terjadi pada tanggal 5 hingga 7 April 2025. Untuk menghadapi hal ini, rencana Operasi Ketupat dibagi menjadi dua fase untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus balik.

Pengamanan Terpadu dan Kesiapan Infrastruktur

Menko Polhukam Budi Gunawan menegaskan kesiapan pemerintah dalam mengamankan masa mudik Lebaran 2025. Sebanyak 164.268 personel gabungan dari Polri (93.358), TNI (66.714), dan kementerian/lembaga lain akan dikerahkan untuk mengamankan 2.864 pos pengamanan dan titik-titik strategis lainnya.

Selain pengamanan, pemerintah juga memastikan kesiapan transportasi dan infrastruktur di darat, laut, dan udara. Kesiapan stok bahan pokok dan BBM juga menjadi perhatian utama. Untuk menghadapi potensi bencana alam, pemerintah membentuk Satgas Tanggap Bencana yang melibatkan BMKG, BNPB, dan Basarnas. Tim respon cepat juga dibentuk untuk menangani potensi gangguan keamanan dan bencana lainnya. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025.

Catatan: Informasi tambahan mengenai program detikPagi hanya disisipkan dalam berita asli dan tidak relevan untuk diikutsertakan dalam konten berita yang direvisi.