Operasi Pencarian Korban Longsor Tambang Cirebon Tergantung Alat Berat: Kesaksian Operator Selamat

Operasi Pencarian Korban Longsor Tambang Cirebon Tergantung Alat Berat: Kesaksian Operator Selamat

Operasi pencarian empat korban yang masih tertimbun longsor di area tambang batu Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memasuki hari kelima pada Selasa (3/6/2025). Upaya pencarian ini sangat bergantung pada penggunaan alat berat untuk menyingkirkan material longsor yang didominasi bebatuan besar dan berat.

Sempat terjadi penundaan sementara akibat gerimis yang memicu kekhawatiran longsor susulan. Setelah kondisi memungkinkan, tim penyelamat kembali melanjutkan pencarian dengan mengerahkan alat berat. Seorang operator alat berat bernama Rahmat, yang juga merupakan saksi mata kejadian, membagikan pengalamannya.

Rahmat, warga Dukupuntang, mengungkapkan kesedihannya atas musibah yang menimpa rekan-rekannya sesama pekerja tambang. Ia selamat dari longsor karena alat berat yang dikemudikannya mengalami kerusakan, sehingga ia berada sedikit menjauh dari lokasi kejadian utama saat longsor terjadi.

"Kebetulan alat saya trouble, jadi turun beberapa meter dari TKP, setelah itu beberapa detik, langsung, kejadian," ujarnya. Ia menggambarkan bagaimana tebing ambruk secara tiba-tiba dan menimpa sejumlah pekerja di lokasi kejadian. Rahmat mengaku syok melihat kejadian tersebut, di mana teman-teman operator, kernet, sopir, dan kuli truk tertimbun material longsor.

Pria yang telah dua tahun bekerja sebagai operator di tambang Gunung Kuda ini mengatakan bahwa longsor kali ini sangat dahsyat dibandingkan kejadian-kejadian sebelumnya. "Kalau longsoran sebelumnya ada tanda-tanda, yang sekarang terjadi, seketika, sekejap langsung tertimbun semuanya, wah, ngeri," tuturnya.

Dorongan rasa persahabatan dan tanggung jawab sebagai sesama pekerja tambang mendorong Rahmat untuk ikut serta dalam operasi pencarian korban sejak hari Sabtu. Ia berharap pengalamannya di lokasi tambang dapat membantu mempercepat proses evakuasi.