Lebih dari 7,8 Juta Warga Indonesia Telah Memanfaatkan Program Skrining Kesehatan Gratis

Lebih dari 7,8 juta penduduk Indonesia telah berpartisipasi dalam program pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) yang diluncurkan sejak 10 Februari 2025. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pencapaian ini setelah bertemu dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan.

Program ini, yang merupakan inisiatif dari Presiden terpilih Prabowo, menargetkan 280 juta penerima manfaat, mulai dari anak-anak hingga lansia. Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa rata-rata 200.000 orang memanfaatkan fasilitas ini setiap harinya. Dengan kata lain, sekitar 5 juta orang per bulan telah menerima manfaat dari program ini.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perluasan program ke sekolah-sekolah pada bulan mendatang. Pemerintah menargetkan 50 juta warga negara Indonesia dapat merasakan manfaat pemeriksaan kesehatan gratis ini.

Menkes Budi juga menjelaskan bahwa masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat bervariasi berdasarkan kelompok usia. Pada bayi baru lahir, sering ditemukan kasus cacat jantung bawaan. Sementara itu, masalah gigi menjadi keluhan umum di kalangan balita. Untuk kelompok dewasa dan lansia, hipertensi dan diabetes menjadi perhatian utama.

Selain itu, Menkes Budi menyoroti peningkatan ketersediaan alat skrining Tuberkulosis (TBC) yang lebih terjangkau. Ia berharap bahwa dengan peningkatan ini, satu juta kasus TBC dapat terdeteksi dan segera diobati. Menkes Budi juga menambahkan bahwa regimen pengobatan TBC yang baru kini lebih murah dan telah diimplementasikan.

Program pemeriksaan kesehatan gratis ini menyasar berbagai kelompok usia, termasuk bayi baru lahir (usia dua hari), balita dan anak prasekolah (1-6 tahun), dewasa (18-59 tahun), dan lansia (mulai 60 tahun). Jenis skrining yang diberikan pun berbeda-beda sesuai dengan kelompok usia masing-masing. Berikut rincian jenis skrining yang diberikan berdasarkan kelompok usia:

  • Bayi baru lahir: 6 pemeriksaan (hormon tiroid, enzim G6PD, hormon adrenal, penyakit jantung bawaan kritis, saluran empedu, pertumbuhan)
  • Balita: 8 jenis skrining
  • Anak usia SD: 11 jenis skrining
  • Anak usia SMP: 13 jenis skrining
  • Anak usia SMA: 12 jenis skrining
  • Dewasa: 19 skrining
  • Lansia: 19 skrining

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,7 triliun untuk mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis ini.