Pergeseran Dominasi Pasar Sepeda Motor di Sulawesi Selatan dan Barat: Persaingan Ketat Honda dan Yamaha
Peta persaingan pasar sepeda motor di Sulawesi Selatan dan Barat mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dominasi Yamaha, yang sebelumnya tak tertandingi, kini menghadapi tantangan serius dari Honda.
Sebelum tahun 2020, Yamaha memegang kendali pasar dengan pangsa yang signifikan. Namun, Honda berhasil memperkecil jarak dan kini kedua pabrikan raksasa tersebut bersaing ketat untuk memperebutkan pangsa pasar yang seimbang.
Frengky J. Tunandar, GM Marketing PT Suracojaya Abadimotor, distributor utama Yamaha untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, mengakui adanya perubahan ini. "Sejujurnya, untuk tahun ini, pangsa pasar kami berimbang. Tiga tahun lalu, sebelum pandemi, kami masih unggul. Dulu pangsa pasar Yamaha mencapai 64 persen, sekarang sudah berimbang," ujarnya di Makassar.
Menurut Frengky, penurunan dominasi Yamaha sebagian disebabkan oleh tantangan di segmen motor entry-level atau harga terjangkau. Segmen ini sangat sensitif terhadap penurunan daya beli masyarakat. "Segmen low-end agak berat. Yamaha cenderung memiliki diskon yang lebih kecil. Jadi, untuk membeli Yamaha menjadi lebih sulit, apalagi kebijakan kredit kami juga lebih ketat," jelasnya.
Kondisi ini berdampak pada penurunan penjualan melalui skema kredit, yang pada gilirannya mempengaruhi total penjualan unit. Frengky mengungkapkan bahwa penjualan bulanan saat ini belum mencapai tingkat normal, yang biasanya mencapai 10.000 unit.
PT Suracojaya Abadimotor tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi ini. Frengky mencatat bahwa tren penjualan pada kuartal kedua tahun 2025 mulai menunjukkan perbaikan. Ia optimistis bahwa penjualan akan terus meningkat. "Di kuartal kedua sudah lumayan, naik sekitar 10-15 persen. Kami berharap di kuartal ketiga dan keempat nanti bisa terus naik. Targetnya minimal sama dengan tahun lalu, atau bahkan lebih tinggi," ungkapnya.