Eks-Pejabat Tinggi TNI Serukan Pemakzulan Wakil Presiden Gibran
Empat mantan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari berbagai matra, yang tergabung dalam Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPPTNI), melayangkan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia. Surat tersebut berisi usulan untuk memulai proses pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Inisiatif ini menimbulkan berbagai reaksi di tengah masyarakat dan kalangan pengamat politik.
Surat bernomor 003/FPPTNI/V/2025, yang dikonfirmasi pada hari Selasa, 3 Juni 2025, secara eksplisit menyerukan kepada MPR dan DPR untuk segera memproses pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Empat purnawirawan yang menandatangani surat tersebut adalah:
- Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi
- Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan
- Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto
- Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto
Berikut adalah profil singkat keempat purnawirawan tersebut:
-
Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi: Lahir pada 26 Juli 1947. Fachrul Razi pernah menjabat sebagai Menteri Agama pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebelum pensiun, ia menduduki berbagai posisi strategis di TNI, termasuk Kepala Staf Umum TNI dan Wakil Panglima TNI. Ia juga dikenal sebagai pendiri Bravo 5, kelompok relawan yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.
-
Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan: Lahir pada 7 November 1945 di Bangkalan, Jawa Timur. Hanafie Asnan memulai kariernya di TNI Angkatan Udara setelah lulus dari Akabri Bagian Udara pada tahun 1969. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pada periode 1998-2002.
-
Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto: Lahir pada 14 November 1948 di Magelang, Jawa Tengah. Tyasno Soedarto menyelesaikan pendidikan militernya di Akabri pada tahun 1970. Ia pernah menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro, Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada periode 1999-2000.
-
Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto: Lulus dari Akabri Bagian Laut pada tahun 1973. Slamet Soebijanto pernah menduduki berbagai posisi penting di TNI Angkatan Laut, termasuk Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) pada periode 2005-2007. Ia juga pernah menjabat sebagai Wagub Lemhannas.
Inisiatif dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI ini menambah dinamika politik nasional. Reaksi dari berbagai pihak terkait usulan pemakzulan ini masih terus berkembang. DPR dan MPR akan menimbang usulan ini berdasarkan mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.