Pemkab Biak Numfor Koreksi Informasi Terkait Aktivitas Belajar di SDN Saribi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Saribi, yang terletak di Kampung Saribi, Distrik Numfor Barat. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, secara tegas membantah klaim bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut terhenti selama empat bulan.

Kamaruddin menjelaskan bahwa pada tanggal 25 Mei 2024, Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, beserta Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L Mailoa, melakukan kunjungan langsung ke SDN Saribi yang terletak di Pulau Numfor. Hasil dari kunjungan tersebut menunjukkan bahwa laporan mengenai terhentinya kegiatan belajar mengajar selama empat bulan adalah tidak benar. "Saat Bupati ke sana dan bertemu dengan para guru, teryata memang laporan tersebut tidak benar kalau selama empat bulan kegiatan belajar mengajar tidak terlaksana," ujar Kamaruddin.

Meski membantah penghentian total kegiatan belajar mengajar, Kamaruddin mengakui bahwa terdapat kendala yang dihadapi SDN Saribi, yaitu keterbatasan ketersediaan kapur tulis. Namun, ia menegaskan bahwa secara umum, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa dari hari Senin hingga Sabtu.

SDN Saribi merupakan sekolah yang terletak di Pulau Numfor, sebuah wilayah yang cukup jauh dari pusat Kota Biak. Saat ini, terdapat tiga guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di sekolah tersebut. Selain itu, Kamaruddin memastikan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah diterima oleh SDN Saribi secara rutin. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, dana BOS sebesar 93 juta rupiah telah dicairkan untuk SDN Saribi pada semester kedua tahun pelajaran 2024/2025.

Kamaruddin menjelaskan bahwa dana BOS tersebut dialokasikan untuk berbagai kebutuhan sekolah, termasuk pembelian Alat Tulis Kantor (ATK). Ia mengakui bahwa keterlambatan ketersediaan kapur tulis mungkin terjadi karena faktor geografis Pulau Numfor yang relatif terpencil, sehingga ketersediaan alat tulis tidak selalu terjamin.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul viralnya informasi di media sosial mengenai kondisi SDN Saribi. Sebuah unggahan di platform X (dahulu Twitter) oleh akun @Heraloess menuding bahwa siswa di SDN Saribi hanya bermain selama hampir empat bulan karena kekurangan kapur tulis. Dalam video berdurasi 30 detik yang diunggah, terlihat siswa-siswa bermain tanpa melakukan aktivitas belajar mengajar. Seorang pria dalam video tersebut bertanya kepada siswa mengapa mereka hanya bermain di sekolah, dan dijawab bahwa hal tersebut disebabkan karena tidak adanya kapur tulis untuk belajar.

Berikut rincian informasi yang disampaikan:

  • Lokasi: Kampung Saribi, Distrik Numfor Barat, Kabupaten Biak Numfor, Papua
  • Isu: Dugaan penghentian kegiatan belajar mengajar selama 4 bulan
  • Klarifikasi: Pemkab Biak Numfor membantah penghentian total, mengakui adanya kendala keterbatasan kapur tulis
  • Fakta: Kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa (Senin-Sabtu), 3 guru PNS/PPPK, dana BOS lancar
  • Penyebab Kendala: Faktor geografis Pulau Numfor yang terpencil