Saelan, Putra Mbok Yem, Lanjutkan Tradisi Warung Legendaris di Puncak Lawu

Warung Mbok Yem yang melegenda di Hargo Dalem, Gunung Lawu, akan kembali beroperasi setelah masa berkabung 40 hari. Kabar ini sekaligus menepis berbagai spekulasi yang beredar di media sosial mengenai penutupan permanen warung tersebut.

Keluarga almarhumah Wakiyem, yang lebih dikenal sebagai Mbok Yem, telah menunjuk Saelan, putra ketiga dari empat bersaudara, sebagai penerus usaha kuliner ikonik ini. Rina Dwi Prayekti, perwakilan keluarga, mengonfirmasi bahwa Saelan akan melanjutkan tradisi Mbok Yem dalam melayani para pendaki dan wisatawan yang berkunjung ke puncak Lawu.

Sebelumnya, sempat beredar informasi mengenai Muis, yang disebut-sebut akan pensiun dari aktivitasnya di warung. Namun, Rina meluruskan bahwa Muis memang diminta oleh keluarga untuk beristirahat sejenak, bukan mengakhiri keterlibatannya secara permanen. Warung Mbok Yem sendiri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman mendaki Gunung Lawu, menawarkan hidangan sederhana namun menghangatkan bagi para pendaki yang telah menaklukkan ketinggian. Mbok Yem, yang wafat pada usia 82 tahun di kediamannya di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, dikenal sebagai sosok ramah dan pekerja keras. Semangatnya dalam melayani pelanggan di tengah dinginnya puncak Lawu telah menginspirasi banyak orang. Kehadiran Saelan diharapkan dapat meneruskan warisan kuliner dan keramahan yang telah diukir oleh Mbok Yem selama bertahun-tahun.

Saelan sendiri bukan orang baru dalam pengelolaan warung. Selama ini, ia telah membantu ibunya dalam menjalankan usaha tersebut. Bahkan, Temon, hewan peliharaan setia yang selalu menemani Mbok Yem, juga menjadi bagian tak terpisahkan dari warung tersebut.

Dibukanya kembali Warung Mbok Yem di puncak Lawu, melalui jalur Cemorosewu, tentu menjadi kabar gembira bagi para pendaki dan pecinta alam. Mereka dapat kembali menikmati hidangan khas warung legendaris ini sambil menikmati keindahan panorama Gunung Lawu. Kehadiran Saelan sebagai penerus diharapkan dapat menjaga cita rasa dan tradisi yang telah melekat pada Warung Mbok Yem, sekaligus memberikan sentuhan inovasi untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Warung ini bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga simbol semangat, ketabahan, dan keramahan di tengah alam yang menantang.

Berikut poin penting terkait Warung Mbok Yem:

  • Warung akan kembali dibuka setelah 40 hari wafatnya Mbok Yem.
  • Saelan, putra ketiga Mbok Yem, ditunjuk sebagai penerus.
  • Warung Mbok Yem terletak di Hargo Dalem Gunung Lawu, via Cemorosewu.
  • Informasi mengenai penutupan warung adalah tidak benar.
  • Muis diminta keluarga untuk beristirahat, bukan pensiun.