Operasi Gabungan Skala Besar Digelar di Lapas Nabire Pasca-Insiden Pelarian Narapidana
Pasca-insiden pelarian 19 narapidana yang menggemparkan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire, Papua Tengah, menjadi fokus perhatian utama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Sebagai respons cepat dan tegas, tim gabungan yang terdiri dari personel Ditjenpas, Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah, Komando Resor Militer (Korem), dan Komando Distrik Militer (Kodim) diterjunkan untuk melaksanakan operasi razia skala besar.
Operasi yang melibatkan 242 personel gabungan ini bertujuan untuk mensterilisasi Lapas Nabire dari potensi ancaman dan memutus mata rantai masalah yang memicu insiden sebelumnya. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang terlarang dari tangan narapidana, termasuk:
- Telepon genggam
- Senjata tajam
- Peralatan elektronik ilegal
- Barang-barang terlarang lainnya
Dirjenpas Mashudi menyatakan bahwa penyitaan barang-barang terlarang ini diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko keamanan di Lapas Nabire secara signifikan. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menempatkan personel tambahan guna memperkuat sistem pengamanan di Lapas.
"Kami berharap sinergi yang terjalin antara Ditjenpas, Polri, dan TNI ini dapat menjadi model kerjasama yang efektif dalam memperkuat pengamanan lapas Nabire," ujar Mashudi.
Secara khusus, Dirjenpas telah menginstruksikan kepada Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas untuk memperketat pengamanan di lapas dan rumah tahanan (rutan) yang dianggap rawan dengan dukungan personel dari Polri dan TNI. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.
Dirjenpas juga menjelaskan bahwa kegiatan razia rutin dan insidental merupakan bagian dari program kerja lapas dan rutan di seluruh Indonesia, yang dilaksanakan dengan menggandeng aparat kepolisian dan TNI. Temuan dalam razia ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pangdam Jayapura dan Kapolda Jayapura.
Langkah-langkah ini juga merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah lain, khususnya Jayapura, agar kejadian serupa tidak terulang. Dirjenpas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keamanan dan ketertiban di seluruh lapas dan rutan di Indonesia.